Beranda > ngecuprus > Gadis Berjilbab Dengan Paha Terbuka

Gadis Berjilbab Dengan Paha Terbuka

2008feb23155615_1347

Berada di subang kota, tak perlu kita susah-susah cari untuk cuci mata. Keluar saja dari rumah kita, mata kita akan dimanjakan bentuk dan jenis paha ABG yang mulus, putih dan menggairahkan bagi siapa saja yang melihatnya….

Entah berilmu dari mana, namun ABG dengan celana rata-rata sekitar 15 cm di atas lutut sudah menjadi tren ABG Subang. Belum tahu juga alasan ABG menggandrungi gaya celana seperti ini. Tidak semua memang, namun lebih dari cukup untuk mencuci mata kita.

Gaya pakaian atau bercelana seperti itu, mengingatkan saya waktu lewat di school girl with short skirt, Kyoto, jepang. Di sana, murid ceweknya kalo pake rok rata-rata 16,7cm diatas lutut. Sedangkan di perfecture hyogo rata-rata kurang dari 6,1cm. Bedamya kalau di Tokyo pas sekolah, kalau di sini pulang sekolah.

Oiya jadi inget kejadian tadi siang, gak sengaja lagi asyik geboy di jalanan kota, mata saya gesit memantau paha tiga mojang yang melaju di atas motor. Sebenarnya bukan pahanya, tapi tiga mojang itu berjilbab rapi, tapi paha mereka dibiarkan bebas terbuka, lagi shodakoh kali ya

Duh jadi inget gadis kecilku yang mulai tumbuh lincah dan beranjak besar. “Maafin ayah, jika suatu saat ayah menamparmu nsk, karena pakain yang kamu kenakan itu,” bisiku dalam pasrah

About these ads
  1. RCO
    16 Februari 2009 pukul 23:47

    Bapak saya bilang, ATAS KETAT BAWAH NJEPAT.
    Saya bilang, JAMAN EDAN.
    Anak Saya Bilang, SAYA NDAK MAU IKUTAN
    Cucu Saya Bilang, SAYA MASIH NDAK PAKAI BAJU MALAHAN.

  2. 17 Februari 2009 pukul 00:39

    jaman makin edan… budaya barat yang kurang cocok degan timur pun masuk dengan cepat…

  3. Yep
    17 Februari 2009 pukul 02:28

    Emang sempet ngukur-ngukur juga ya Mas….
    Sebenarnya gadis itu yang bershodakoh or
    mata yang mubazir…Mas ? :D:D:D

  4. 17 Februari 2009 pukul 09:50

    Kalo orang jawa bilang nduwur rapet ngisor cupet xa xa xa. .atas krudung bawah warung . .

  5. 18 Februari 2009 pukul 17:55

    oh yess oh nooo… yeaahhh oohhhhhhhhhhhhhhhh

  6. 19 Februari 2009 pukul 02:54

    irit bahan. obral Aula.ini sich kerjaan tukang jahit mas.jgn sok suci ah…..gw demen tuh.

  7. pakfar
    19 Februari 2009 pukul 04:47

    Oke juga berita dari anda, bagi-bagi pengalamn dong dalam pembuatan blog

  8. theone
    19 Februari 2009 pukul 05:35

    Salam kenal Kang Annas. Blognya inspiratif, izin nge-link yah di blog saya, enterfiles.wordpress.com. Nuhun

    annas: mangga kang, nanti saya link balik, kalo udah di link blog akang

  9. oogitu
    19 Februari 2009 pukul 05:46

    Saya baru tahu di Subang itu seperti itu.
    annas: meski gak semuanya mas

  10. engeldvh
    19 Februari 2009 pukul 05:49

    Kayak make kemeja kotak-kotak dengan terusan bergaris horizontal….
    http://engeldvh.wordpress.com

  11. 7 Maret 2009 pukul 12:27

    ya harus bagaimanawong dianya mau begitu…………………BY PEREK K S A

  12. BANG Mio's77
    17 Maret 2009 pukul 22:43

    gak ambil pusssing yg penting asal cweknya chantik gue jg demen

  13. 26 Maret 2009 pukul 15:04

    beu!!!!!paha yang dipamerin kenapa ga seluruh tubuh aja dipamerin sih????mau kemana anak bangsa kita ini kalo nyatanya sudah hancur lebur generasi mudanya terutama kaum hawa…..

  14. 19 Mei 2009 pukul 16:40

    Wow…. bahasannya ok nich toek di simak
    blognya jg keren mas…. maju terus, pantang mundur ya… peace

  15. 19 Mei 2009 pukul 16:44

    i’ve changed my mind after knowing you use porn words to attract people to your blog…. pity you

  16. en
    11 November 2009 pukul 03:49

    peler

  17. ahmad solehudin
    12 November 2009 pukul 12:52

    sebagai Insan Yang bermartabat, tolong bahasa dan budaya Isalmi tetap kita patuhi sebagai filter Kemajuan jaman akibat FOOD, FUNs and Fashions

  18. 6 Februari 2010 pukul 05:20

    gak kliatan ko….

  19. Atang
    24 Juni 2010 pukul 15:20

    wah itu aurat euy. dosa itu.

  20. 27 Januari 2011 pukul 05:22

    KONSEP HUKUM PIDANA ISLAM: PEMBUKTIAN JARIMAH ZINA DENGAN MENGGUNAKAN PENGAKUAN DAN QORINAH

    Pelaku jarimahh zina dapat dikenai hukuman had apabila perbuatanya telah dapat dibuktikan. Untuk jarimah zina ada tiga macam cara pembuktian:
    [1] DENGAN SAKSI
    [2] DENGAN PENGAKUAN
    [3] DENGAN QORINAH

    PEMBUKTIAN DENGAN PENGAKUAN

    Pengakuan dapat digunakan sebagai alat bukti untuk jarimah zina, dengan syarat-syarat sebagai berikut;

    1) menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad, pengakuan harus dinyatakan sebanyak empat kali, dengan mengqiaskanya pada empat orang saksi dan beralasan pada hadis Ma’iz yang menjelaskan tentang pengakuanya sebanyak empat kali di depan Rosululloh s.a.w bahwa dia telah melakukan perbuatan zina. Akan tetapi, Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa pengakuan itu cukup satu kali. Alasanya adalah bahwa pengakuan ini merupakan pemberitahuan, dan pemberitahuan tidak akan bertambah dengan cara diulang-ulang. Di samping itu, mereka juga beralasan dengan hadis Unays, dimana Nabi Muhammad bersabda;
    “…dan pergilah kamu hai Unays kepada isteri orang ini. Apabila ia mengaku maka laksanakanlah hukuman rajam atas dirinya.”

    2) pengakuan harus terperinci dan menjelaskan tentang hakikat perbuatan, sehingga dapat menghilangkan syubhat dalam perbuatan zina. Hal ini didasarkan kepada sunnah Rosululloh s.a.w ketika Ma’iz datang kepada Nabi Muhammad untuk menyatakan pengakuanya, Nabi Muhammad menginterogasinya dengan beberapa pertanyaan: apakah engkau tidak gila, atau minum minuman keras, barangkali engkau hanya menciumnya, atau hanya tidur bersama, dan pertanyaan pertanyaan lain termasuk perihal persetubuhanya. Hal ini menunjukan bahwa pengakuan harus terinci dan jelas.

    3) pengakuan harus sah atau benar, dan hal ini tidak mungkin timbul kecuali dari orang yang berakal dan mempunyai kebebasan. Dengan perkataan lain, orang yang memberikan pengakuan harus orang yang berakal dan mempunyai pilihan (kebebasan), tidak gila tidak dipaksa. Hal ini didasarkan kepada hadis nabi riwayat Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud;
    Dari aisyah r.a ia berkata: Rosululloh s.a.w telah bersabda:
    “dihapuskan ketentuan hukum dari tiga hal, dari orang yang tidur sampai ia bangun, dari orang yang gila sampai ia sembuh, dari anak kecil sampai ia dewasa.”

    Alasan lain adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath Thobrani, dari Tsawban, bahwa Nabi Muhammad s.a.w bersabda;
    “dihapuskan dari umatku kekeliruan, lupa, dan perbuatan yang dipaksakan atasnya.”
    {terjemahan hadis riwayat Ath Thobrani dari Tsawban}

    4) Imam Abu Hanifah mensyaratkan bahwa pengakuan harus dinyatakan dalam sidang pengadilan. Apabila dilakukan diluar sidang pengadilan maka pengakuan tersebut tidak diterima. Sedangkan Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad tidak mensyaratkanya. Dengan demikian menurut mereka ini, pengakuan itu boleh dilakukan diluar sidang pengadilan.

    Pengakuan orang yang berzina hanya berlaku pada dirinya dan tidak berlaku bagi orang lain. Apabila seorang laki-laki mengaku berzina ia dikenai hukuman berdasarkan pengakuanya. Sedangkan perempuan yang diaku berzina dengan laki-laki tersebut berzina bersamanya, apabila ia mengingkarinya, ia tidak dikenai hukuman. Demikian pula tidak disyaratkan hadirnya kawan berzina dari orang yang menyatakan pengakuan tersebut.

    Imam Abu Hanifah juga mensyaratkan bahwa orang yang menyatakan pengakuan tersebut harus bisa berbicara, tetapi jumhur fuqoha menyatakan bahwa pengakuan dari orang yang bisu bisa diterima apabila isyaratnya dapat dipahami.

    Apabila orang yang berzina itu mencabut pengakuanya maka hukuman had menjadi gugur, karena pencabutan tersebut menimbulkan terjadinya syubhat. Pencabutan itu boleh dilakukan sebelum sidang atau sesudahnya. Juga boleh sebelum pelaksanaan hukuman atau pada saat pelaksanaan hukuman.

    Pencabutan pengakuan bisa dilakukan dengan pernyataan yang shorih (jelas/tegas) dan bisa juga dengan dialah, seperti melarikan diri pada saat hukuman dilaksanakan. Akan tetapi menurut Imam Syafi’i lari semata-mata bukan merupakan pencabutan pengakuan. Oleh karena itu, pelaku perlu dimintai ketegasanya setelah ditangkap kembali. Alasan jumhur memasukan lari sebagai pernyataan pencabutan atas pengakuan didasarkan pada hadis Rosululloh s.a.w ketika Ma’iz melarikan diri pada saat akan dilaksanakanyahukum rajam. Ia dikejar oleh para sahabat. Setelah ia ditangkap kemudian hukuman rajam dilaksanakan. Ketika peristiwa itu dilaporkan kepada Nabi Muhammad s.a.w beliau mengatakan;
    “…kenapa tidak engkau tinggalkan (biarkan) saja dia?”

    Ucapan Nabi Muhammad s.a.w ini menunjukan bahwa lari dapat menggugurkan hukuman had, karena dianggap sebagai pencabutan atas pengakuan.

    PEMBUKTIAN DENGAN QORINAH

    Qorinah atau tanda yang dianggap sebagai alat pembuktian dalam jarimah zina adalah timbulnya kehamilan pada wanita tidak bersuami, atau tidak diketahui suaminya. Disamakan dengan wanita tidak bersuami, wanita yang kawin dengan anak kecil yang belum balig, atau orang yang sudah balig tetapi kandunganya lahir sebelum enam bulan.

    Dasar penggunaan qorinah sebagai alat bukti untuk jarimah zina adalah ucapan sahabat dan perbuatanya. Dalam salah satu pidatonya sayidina umar berkata:
    “dan sesungguhnya rajam wajib dilaksanakan berdasarkan kitabulloh atas orang yang berzina, baik laki-laki maupun perempuan apabila ia muhshon, jika terdapat keterangan (saksi) atau terjadi kehamilan, atau ada pengakuan. (Muttafaq Alayh)

    Diriwayatkan dari sayidina Utsman bahwa kepada beliau dihadapkan seorang wanita yang melahirkan anaknya yang umur kandunganya enam bulan penuh, dan beliau berpendapat bahwa wanita itu harus dirajam. Maka sayidina Ali berkata;
    “tidak ada jalan bagimu untuk menghukum wanita ini, karena ALLOH berfirman (yang artinya): masa kandungannya dan masa menyusukannya adalah 30 bulan.

    Diriwayatkan dari sayidina Ali bahwa beliau berkata;
    “wahai manusia, sesungguhnya zina itu ada dua macam, zina sir (diam-diam) dan zina ‘alaniyah (terang terangan). Zina sir adalah zina yang dibuktikan dengan saksi maka saksi itulah orang yang pertama melempar (melaksanakan hukuman). Sedangkan zina ‘alaniyah adalah apabila terjadi kehamilan atau ada pengakuan.”

    Apa yang diucapkan diatas adalah ucapan sahabat, tetapi karena tidak ada yang menentangnya, hal itu dapat disebut ijma’

    Sebenarnya kehamilan semata-mata bukan merupakan qorinah yang pasti atas terjadinya perbuatan zina, karena mungkin saja kehamilan tersebut terjadi akibat perkosaan. Oleh karena itu bila terdapat syubhat dalam terjadinya zina maka hukuman had menjadi gugur.

    Menurut Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad, apabila tidak ada bukti lain untuk jarimah zina selain kehamilan maka apabila wanita itu mengaku bahwa ia dipaksa, atau persetubuhan terjadi karena syubhat maka tidak ada hukuman had baginya. Demikian pula apabila tidak mengaku dipaksa atau tidak mengaku terjadi syubhat dalam persetubuhanya maka ia juga tidak dikenai hukuman had, selama ia tidak mengaku berbuat zina, karena hukuman had itu harus dibuktikan dengan pengakuan.

    PELAKSANAAN HUKUMAN

    Apabila jarimah zina sudah bisa dibuktikan dan tidak ada syubhat maka hakim harus memutuskanya dengan menjatuhkan hukuman had, yaitu rajam bagi muhshon dan dera seratus kali ditambah pengasingan selama satu tahun bagi pezina ghair muhshon.

    [1] siapa yang melaksanakan hukuman

    Para fuqoha telah sepakat bahwa pelaksanaan hukuman had harus dilakukan oleh kholifah (kepala negara) atau wakilnya (pejabat yang ditunjuk). Kehadiran kholifah tidak menjadi syarat dalam pelaksanaan hukuman. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Rosululloh s.a.w selalu memerintahkan pelaksanaan hukuman had kepada para sahabat dan beliau tidak ikut menghadiri pelaksanaan hukuman tersebut, seperti dalam hadus Ma’iz dan lainya. Akan tetapi persetujuan Imam selalu diperlukan dalam pelaksanaan hukuman ini.

    Hukuman had harus dilaksanakan secara terbuka di muka umum sesuai dengan firman ALLOH dalam surat An Nuur ayat 2;
    “…hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”
    {Terjemahan Qur’an Surat An Nuur [24]:2}

    [2] cara pelaksanaan hukuman rajam

    Apabila orang yang akan dirajam itu laki-laki, hukuman dilaksanakan dengan berdiri tanpa dimasukan ke dalam lubang dan tanpa dipegang atau diikat. Hal ini didasarkan pada hadis Rosululloh s.a.w ketika merajam Ma’iz dan orang Yahudi.

    Dari Abi Sa’id ia berkata: ketika Rosululloh s.a.w memerintahkan kepada kami untuk merajam Ma’iz ibn Malik maka kami membawanya ke baqi’. Demi ALLOH kami tidak memasukanya ke dalam lubang dan tidak pula mengikatnya melainkan ia tetap berdiri. Maka kami melemparinya dengan tulang…

    Apabila melarikan diri dan pembuktianya dengan pengakuan maka ia tidak perlu dikejar dan hukumanya dihentikan. Akan tetapi, apabila pembuktianya dengan saksi maka ia harus dikejar, dan selanjutnya hukuman rajam diteruskan sampai ia mati.

    Apabila orang yang dirajam wanita, menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i, ia boleh dipendam sampai batas dada, karena cara demikian itu lebih menutupi auratnya. Adapun menurut mazhab Maliki dan pendapat yang rajih dalam mazhab Hanbali, wanita juga tidak dipendam, sama halnya dengan laki-laki.

    Hukum rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempari dengan batu atau benda benda lain. Menurut Imam Abu Hanifah lemparan pertama dilakukan oleh para saksi apabila hukumanya dilakukan dengan saksi. Setelah itu diikuti oleh Imam atau pejabat yang ditunjuknya dan diteruskan oleh masyarakat. Namun ulama yang lainya tidak mensyaratkan demikian.

    Hukuman rajam ini boleh dilakukan pada setiap saat dan musim, baik pada musim panas maupun musim dingin, dalam keadaan sehat atau sakit, karena hukuman ini berakhir pada kematian. Akan tetapi apabila orang yang terhukum itu wanita yang sedang hamil maka pelaksanaan hukuman ditunda sampai ia melahirkan. Hal ini karena apabila hukuman tetap dilaksanakan, berarti menghukum juga bayi yang masih dalam kandunganya.

    [3] Cara pelaksanaan hukuman dera (jilid)

    Hukuman dera dilaksanakan dengan menggunakan cambuk, dengan pukulan yang sedang sebanyak 100 kali cambukan. Disyaratkan cambuk tersebut harus kering, tidak boleh basah, karena bisa menimbulkan luka. Disamping itu juga disyaratkan cambuk tersebut ekornya tidak boleh lebih dari satu. Apabila ekor cambuk lebih dari satu ekor, jumlah pukulan dihitung sesuai dengan banyaknya ekor cambuk tersebut.

    Menurut Imam Malik dan Imam Abu Hanifah, apabila orang yang terhukum laki-laki, maka bajunya harus dibuka kecuali yang menutupi auratnya. Akan tetapi menurut Imam Syafi’i dan Imam Ahmad, orang terhukum tetap dalam keadaan berpakaian.

    Pelaksanaan hukuman dera menurut Imam Malik dilakukan dalam keadaan duduk tanpa dipegang atau diikat, kecuali kalau ia menolak. Namun menurut Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i dam Imam Ahmad, apabila orang terhukum laki-laki, ia dihukum dalam keadaan berdiri, dan apabila perempuan maka hukuman dilaksanakan dalam keadaan duduk.

    Hukuman jilid tidak boleh sampai menimbulkan bahaya terhadap orang yang terhukum, karena hukuman ini bersifat pencegahan. Oleh karena itu hukuman tidak boleh dilaksanakan dalam keadaan panas terik atau cuaca yang sangat dingin. Demikian pula hukuman tidak boleh dilaksanakan dalam keadaan panas terik atau cuaca yang sangat dingin. Demikian pula hukuman tidak dilaksanakan atas orang yang sedang sakit sampai ia sembuh, dan wanita yang sedang hamil sampai ia melahirkan.

    HAL-HAL YANG MENGGUGURKAN HUKUMAN

    Hukuman had zina tidak bisa dilaksanakan atau gugur karena hal-hal berikut.
    [1] karena pelaku mencabut pengakuanya apabila zina dibuktikan dengan pengakuan.
    [2] karena para saksi mencabut persaksianya sebelum hukuman dilaksanakan.
    [3] karena pengingkaran oleh salah satu pelaku zina atau mengaku sudah kawin apabila zina dibuktikan dengan pengakuan salah seorang dari keduanya. Pendapat ini dikemukakan oleh Abu Hanifah. Akan tetapi menurut jumhur ulama, pengingkaran tersebut tidak menyebabkan gugurnya hukuman. Demikian pula pengakuan telah kawin menurut jumhur tidak menyebabkan gugurnya hukuman, kecuali apabila ada petunjuk atau bukti bahwa kedua pelaku zina itu memang sudah menikah.
    [4] karena hilangnya kecakapan para saksi sebelum pelaksanaan hukuman dan setelah adanya putusan hakim. Pendapat ini dikemukakan oleh mazhab Hanafi. Akan tetapi mazhab-mazhab yang lain tidak menyetujuinya.
    [5] karena meninggalkan saksi sebelum hukuman rajam dilaksanakan. Pendapat ini juga merupakan pendapat mazhab Hanafi, tidak menurut mazhab yang lainya.
    [6] karena dilaksanakanya perkawinan antara pelaku zina tersebut. Pendapat ini dikemukakan oleh Imam Abu Yusuf murid Abu Hanifah. Akan tetapi menurut fuqoha yang lain, perkawinan setelah terjadinya perbuatan zina tidak menggugurkan hukuman had, karena hal itu bukan merupakan syubhat.

  21. 23 Mei 2013 pukul 06:15

    Wow, that’s what I was searching for, what a data! existing here at this website, thanks admin of this web site.

  22. 23 Mei 2013 pukul 13:09

    We are a group of volunteers and starting a new scheme in our
    community. Your website provided us with valuable information to
    work on. You have done an impressive job and our whole community will be grateful to
    you.

  23. Hai
    23 Mei 2013 pukul 23:56

    The other day, while I was at work, my cousin stole
    my iPad and tested to see if it can survive a twenty five foot drop, just so she can be a youtube sensation.
    My iPad is now broken and she has 83 views. I know this is completely
    off topic but I had to share it with someone!

  24. Art
    24 Mei 2013 pukul 00:15

    I need to to thank you for this great read!! I definitely loved every
    bit of it. I have got you book-marked to look at new things you
    post…

  25. 29 Mei 2013 pukul 19:47

    Ahaa, its good conversation about this post here at this
    webpage, I have read all that, so now me also commenting here.

  26. 30 Mei 2013 pukul 22:50

    Hello all, here every one is sharing these kinds of experience, therefore it’s pleasant to read this blog, and I used to pay a quick visit this webpage daily.

  27. 6 Juni 2013 pukul 02:38

    This web site certainly has all of the info I needed concerning this
    subject and didn’t know who to ask.

  28. 7 Juni 2013 pukul 06:58

    Inspiring quest there. What happened after?

    Take care!

  29. 8 Juni 2013 pukul 04:31

    I loved as much as you will receive carried out right here.
    The sketch is tasteful, your authored material stylish.
    nonetheless, you command get got an nervousness over that you wish be delivering the following.
    unwell unquestionably come more formerly again as exactly
    the same nearly a lot often inside case you shield
    this hike.

  30. 8 Juni 2013 pukul 12:50

    Hey just wanted to give you a quick heads up. The text in your content seem to be running off
    the screen in Safari. I’m not sure if this is a format issue or something to do with browser compatibility but I thought I’d post
    to let you know. The design look great though! Hope you get
    the problem fixed soon. Thanks

  31. 10 Juni 2013 pukul 07:41

    Hi, i think that i saw you visited my web site so i came to “return the favor”.
    I am attempting to find things to enhance my website!
    I suppose its ok to use a few of your ideas!
    !

  32. 10 Juni 2013 pukul 18:49

    There is certainly a great deal to find out about this topic.

    I love all of the points you made.

  33. 11 Juni 2013 pukul 12:09

    I have been exploring for a little for any high quality articles or blog posts on this kind of area .
    Exploring in Yahoo I ultimately stumbled upon this site.
    Reading this info So i am satisfied to exhibit that
    I have an incredibly just right uncanny feeling I came upon
    just what I needed. I such a lot surely will make sure to don?
    t fail to remember this web site and give
    it a look on a relentless basis.

  34. 12 Juni 2013 pukul 05:28

    Hi Dear, are you really visiting this web page on a
    regular basis, if so afterward you will absolutely obtain pleasant experience.

  35. 12 Juni 2013 pukul 06:25

    Hello There. I found your weblog the use of msn. This is a
    really neatly written article. I’ll be sure to bookmark it and come back to learn extra of your helpful info. Thank you for the post. I’ll definitely return.

  36. 17 Juni 2013 pukul 00:30

    Howdy! Do you know if they make any plugins to safeguard against hackers?

    I’m kinda paranoid about losing everything I’ve worked hard on.
    Any recommendations?

  37. 20 Juni 2013 pukul 06:37

    Greetings I am so delighted I found your web site, I really found you by error,
    while I was researching on Askjeeve for something else, Anyways I am here now and
    would just like to say cheers for a fantastic post and a all
    round entertaining blog (I also love the theme/design), I don’t have time to browse it all at the minute but I have book-marked it and also added in your RSS feeds, so when I have time I will be back to read a lot more, Please do keep up the great job.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: