Beranda > ngecuprus > Seks Bebas Berawal Dari Remasan Tangan

Seks Bebas Berawal Dari Remasan Tangan

pict1Berita mengenai pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap remaja dan anak usia di bawah umur makin sering terjadi. Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja,kapan saja dan siapa saja.

Pelecehan seksual bisa terjadi di tempat umum, di lingkungan keluarga, di sekolah, di tempat yang kental dengan nilai moral, di perkampungan dan bisa saja di daerah pedesaan. Pelecehan seksual bisa dilakukan di pabrik, kantor, supermarket, bioskop, kendaraan.

Pelakunyapun bisa beraneka ragam, bisa penjahat, teman sekelas, pacar, guru bahkan orang tua sendiri. Namun modus aksi pelecehan seksual itu dilakukan karena dua alas an, yaitu pemaksaan (perkosa) atau dilakukan suka sama suka.

Modus kedua ini kerap tidak disadari oleh gadis remaja. Seks atas nama cinta, menjadi legalitas dan hukum baku bagi kalangan remaja. Itupun dipicu dengan sikap toleransi yang ditunjukan oleh gadis remaja kepada pujaan hatinya.

Padahal pelecehan seks biasanya bermula dari sikap toleransi, atau cuek bebek terhadap hal-hal yang sifatnya kecil dan remeh temeh. Seorang remaja putri bersikap enjoy saat tangannya dipegang oleh lelaki yang jadi idolanya. Sikap itu akan diartikan sebagai kode “pembolehan” oleh si pria dan menjadi “pintu gerbang” untuk melakukan aksi yang lebih jauh.

Langkah apa yang bisa dilakukan untuk menghindari diri dan keluarga dari tindakan pelecehan seksual? Demikian tips-nya:

  1. Kenali situasi potensi yang dapat menyeret ke jurang pelecehan seksual.
  2. Lakukan perlawanan bila berada dalam kondisi yang mengarah terjadinya pelecehan seksual.
  3. Bersikap sopan dan santun, baik berpakaian maupun tutur kata. Karena bahasa bisa mengarahkan terjadinya pelecehan seksual dan penampilan yang seronok dapat membuat penafsiran menyimpang bagi orang lain.

  1. 22 April 2010 pukul 06:36

    bisa aja sich

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: