Beranda > ngecuprus > Bunda, antar aku ke Palestina

Bunda, antar aku ke Palestina

Hampir sepekan aku tinggalkan rumah karena tugas pekerjaan. Hal ini pula mengharuskan aku untuk meninggalkan gadis kecil semata wayang yang akan aku rindui setiap detiknya. Khonsa, usianya memasuki 4 tahun, nama bersejarah dalam kisah para sohabiyah yang aku dan suamiku memilihnya. Seperti apa yang aku inginkan tentang gadis kecilku tepatnya seperti khonsa yang menjadi warna sejarah dalam perjuangan Rasulullah untuk agama ini.

Aku tiba dirumah subuh hari. Dijemput oleh gadis kecilku dan suami tersayang di bandara menghilangkan lelah perjalanan panjangku. Seperti biasa, Khonsa akan langsung memelukku dan berceloteh panjang lebar tentang segala aktivitas bersama ayahnya. Tapi ada yang beda dengan celoteh dan permintaannya kali ini.

”Bunda,antar Khonsa ke Palestina”

Ia meminta sejak melihat berita disemua stasiun televisi isinya tentang palestina. Ditiga hari terakhir sebelum kepulanganku, ia masih juga meminta untuk dibelikan baju, jilbab dan merengek kepadaku agar tabungannya diambil semua. Aku tidak terpikir apa yang ia inginkan dengan permintaannya. Setelah aku tanyakan ke suamiku, ternyata itu semua untuk palestina, bahkan ia sudah mengumpulkan semua pakaian, buku, mainan dikamarnya untuk dikirim ke Palestina. Subhanallah anakku, tak salah kami memberimu nama Khonsa…

Sampai dirumah, aku langsung kekamar Khonsa dan benarlah cerita suamiku…

”Dede…sebanyak itu mau di beri ke teman-teman di Palestina?” tanyaku.

(Karena tengah kulihat kardus-kardus dikamarnya yang meninggi dan tampak cantik, karena ia gambari dan warnai dengan gambar-gambar yang lucu).

”Ya Bunda…itu beyum celecai (gaya diplomatisnya persis aku), punya bunda mana? Ayah cudah beli (beri), Khonsa dibantu ama mba untuk melapikannya, mba juga ikut kilim (kirim) banyak baju. abis aku liat ditv, meleka nangis teyus Bunda, meleka ga ganti baju BSunda, meleka tidul dilumah cakit, cekolah meleka dibom, teyus meleka ga bisa maen..islael jahat ya Bunda?”

(aku tertegun, takjub dengan penjelasannya, persis suamiku)…

”Subhanallah, Bunda semakin cinta dengan Khonsa.”

”Dede, tabungannnya diambil semua?” kembali aku menanyainya.

”Ya…sisain celatus libu aja Bunda, nanti Khonsa nabung lagi, Khonsa mau beli(beri) yang banyak lagi untuk teman-teman Khonsa di cana.”

(Aku terharu, aku telah melewatkan pekan berharga bersamanya)

”Bunda…ga boleh nangis, nanti tambah cedih teman-teman Khonsa di Palestina. Kata Ayah, kita kilim do’a dan menangisnya klo bedo’a ke Allah aja, teyus kita banyakin do’anya ya Bunda.”…”Bunda, cudah punya do’a yang banyakkan untuk Palestina, Khonsa cudah punya, Ayah yang ajalin (ajarin)..(suamiku memang benar-benar setengah dari rusukku..terima kasih cinta)

(aku tak berpindah dari sisi tempat tidurnya)

”Dede….selimut tebal dede mana?”

”Khonsa masukkan kedalam kaldus. Di Palestina, teman-teman Khonsa ga pake celimut Bunda, meleka kedinginan, tidulnya dilantai lagi. Punya Khonsa kan banyak, jadi Khonsa beli (beri) semua yang Khonsa suka.”

(Subhanallah, ia pahami makna memberikan yang terbaik untuk saudaranya…)

”Bunda…ayo bantuin…Ayah udah dali (dari) kemalen bantuinnya, sekalang Khonsa mau Bunda yang bantuin. Khonsa minta tolong Bunda gambalin (gambarin) boneka lucu di kaldus besal itu teyus Bunda buatkan puisi ma sulat (surat) untuk teman-teman Khonsa diPalestina…Bunda kan hebat buat puisi..”

(permintaan yang tak bisa ku tolak)

”Baiklah..Bunda siap kerjakan, sekarang yang jadi panglima adalah Khonsa dan Bunda prajuritnya…”

”Bunda….makasih ya..tapi Bunda…”

”Ya…”(aku kembali menengokkan kepalaku ke kamarnya)

”Bunda, maukan antal (antar) aku ke Palestina..”

”Insya Allah, tidak hanya Khonsa, Bunda dan Ayahpun mau.”

”Holeee…kita ke Palestinaaaa”…

(aku buatkan puisi paling indah diantara puisi yang pernah aku buat. Aku tuliskan surat, surat yang paling cantik diantara surat yang pernah aku baca. Kami berangkat ke Palestina 2 hari setelahnya. Dan kami sangat berharap, kami langsung bersua dengan saudara kami di Palestina, jika pun syahid, itulah yang kami harapkan)

(*_*, aku bersiap untuk menjadi bunda terbaik sebagai pengantar syahid anak-anak dan suamiku, dimanapun mereka berada saat ini…*_*))

dikutip dari rinda

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: