Beranda > ngecuprus > Istriku Tak Lagi Tomboy (3)

Istriku Tak Lagi Tomboy (3)

Airmatanya Jatuh, Saat Sikecil Diculik

dscn9278Waktu itu hari minggu. Dari semalem kepalaku sakit, badanku dingin menggigil. Aku putuskan hari itu gak nyari berita, karena kondisi kesehatan gak memungkinkan.

Tapi jam 09.30 WIB ada info, kalo anak-anak motor lagi aksi solidarits untuk Paletsina. Dengan sedikit payah, akhirnya saya keluar juga. AKu selalu berprinsif, selama kaki masih melangkah, usahakan untuk tetap bekerja.

10 menit saya di lokasi aksi, sekitar satu kilometer dari rumah, ibuku yang kebetulan bertdandang di subang, nelpon. Karena di lokasi aksi, suara telpon tak terdengar jelas. Namun samar-samar kalo anakku tidak ada, beberapa menit setelah saya jalan. Sementara Istriku nangis histeris.

DUps, kacau!!! Otak jahatku berpikir, siapa si pengecut itu yang tak berani menangkap saya dan nyulik anak semata wayangku yang baru berusia delapan bulan lebih saja. Seperti biasa, aku langsung kroscek ke file yang tersimpan di otakku. Siapa gerangan yang berpotensi tersinggung dengan isi berita yang aku buat…

Belum juga nama-nama itu terjawab, di tempat yang sedikit tak bising dari aksi massa, aku langsung telpon ibu yang terlanjur panik. Dan syukurlah dari suara ibu, jika si kecil dibawa si teteh depan, ke sebuah warung.

Di sini aku tak lagi berfikiran jika anakku betul=betul diculik, karena bahasa andai hanya bikin mati penasaran saja. Sebaliknya aku lebih enjoy menhitung butir-butir air mata yang melelh di pipi istri.

AKu tak menyangka dia sebisa itu, dan aku yakini ini sebuah bukti kecintaan yang tulus dan murni sari seorang ibu yang semula dicap tomboy. Dia sudah membuktikan sebagai ibu rumah tangga, dan dai sudah mengubur dalam-dalam cap tombol dua taun terakhir ini.

Saat ini dia merupakan sosok wanita yang penuh cinta kasih terhadap anaknya, disusui, disayangi, dan ditangisi. Dan air mata itu sudah menghapusnya dia sebagai pribadi tomboy, cuek, dan urakan. Kesan anak band Linkin Park-pun sudah tak ada lagi….

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: