Beranda > ngecuprus > Membangun Subang = Membangun Indonesia

Membangun Subang = Membangun Indonesia

Mendedikasikan diri kepada tanah kelahiran, bukan melulu dengan melakukan tindakan nyata yang menguras dana dan tenaga. Ada 1001 cara untuk mengabdikan diri dan membangun kota kelahiran, salah satunya dengan menjalankan peran kita sebagai “penggila” blog, yang menjadi ujung tombak sosialisasi tanah leluhur…

Memberi atau mendedikasi, kerap diartaikan dalam tindakan nyata di lapangan. Pemahaman ini kerap menjadikan masyarakat bersikap apatis dan pasif terhadap daerahnya. Konsep modernisasi yang mengajarkan hidup masyarakat yang serba kilat, substansinya bisa dimanfaatkan dalam hal-hal yang sifatnya positif.

Ini juga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin bagi masyarakat daerah yang berada di luar daerahnya untuk memberi “kado istimewa” terhadap daerahnya. Pada tataran aplikasinya, modernisasi yang ditandai dengan kemajuan pesat bidang tekhnologi bisa dimanfaatkan sebagai media publikasi dan sosiliassi staregi untuk mengenalkan daerah dengan cakupan lebih luas…

Demikian halnya jika difahami dalam konteks local, ke-Subang-an. Dunia maya, atau yang saat ini digandrungi oleh sebagian peselancar internet, blog, bisa menjadi ujung tombak sebagai media sosialisasi daerah. Selain bisa dilakukan dengan cara sederhana, simple, dan praktis, juga bisa menyelamatkan masyarakat yang apatis untuk memberi terbaik kepada daerahnya.

Fasilitas ini, tentu saja bisa digunakan bagi masyarakat Subang yang berada di luar daerah, atau masyarakat yang ada di daerah namun hanya memiliki kegandrungan di dunia maya dan tidak memiliki kemampuan untuk berbuat lebih kepada tana kelahirannya.

Salah satu bukti nyata di lapangan, sekumpulan anak muda di Kabupaten Subang membuat sebuah komunitas di dunia maya, yang diberinama Komunitas Blogger Subang (KBS). Di KBS ini mengakomodir mereka yang kerap menulis di blog atau disebut blogger guna mengampanyekan Kabupaten Subang sekaligus untuk kampanye Subang melek internet.

Di komunitas yang sederhana itu, merupakan perwujudan dari kumpulan blogger Subang, selain yang berada di Kabupaten Subang, juga di luar Kabupaten Subang bahkan di luar Indoensia. Isinyapun tidak hanya membahas issue nasional, tetapi issue kedaerarahan yang mersepon issue nasional.

Dengan fasilitas itu, sedikit banyak, sekumpulan anak muda memberi andil dalam pembangunan kabupaten Subang melalui soslisasi dengan jangkauan luas dengan memanfaatkan fasilitas era kekinian.

Membangun Kabupaten Subang, tidak terlalu muluk jika disandingkan sebagai bukti kongkrit memberi untuk Indonesia. Karena sangat tidak berlebihan, jika bicara Subang sama halnya dengan bicara sebagian perwajahan Indonesia.

Sebab, Kabupaten Subang dengan tiga opotensi alam yang dimikinya, pegunungan, dataran dan lautan, adalah wajah sesungguhnya sebuah Negara bernama Indoensia. Terlebih, dengan tiga potensi alam itu, ecara tidak langsung sudah diakui dalam skala Indonesia, karena kontribusi dari tiga potensi itu terhadap Indonesia, dianggap cukup besar.

Wilayah pegunungan misalnya, dengan fasilitas yang dimanfaatkan sebagai daerah wisata, mampu menyedot jutaan wisawatan, baik local maupun mancanegara ke Kabupaten Subang. Keberadaan wisata air panas Sariater, Ciater, dan fenomena wisawata Gunung Tangkubanperahu, menjadi magnet tersendiri bagi para wistaawan.

Sementara pada potensi alam di sector daratan, dengan luas area pertanian yang cukup mumpuni, memposiskan Subang sebagai daerah lumbung Padi yang memberi kontribusi besar terhadap persedian beras nasional.

Demikian halnya potensi di bidang kelautan. Jutaan ton pertahun ikan dari perairan Subang dikonsumsi oleh jutaan masyarakat Indonesia, potensi ini menjadikan Subang sebagai salah satu daerah berpenghasilan ikan terbesar di Indonesia.

Sekilas melihat biografi Kabupaten Subang, Kabupaten Subang berada di kawasan utara Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah seluas 205.176,95 ha atau 6,34 % dari luas Provinsi Jawa Barat. Wilayah ini terletak di antara 107º 31′ sampai dengan 107º 54′ Bujur Timur dan 6º 11′ sampai dengan 6º 49′ Lintang Selatan.

Secara administratif, Kabupaten Subang terbagi atas 253 desa dan kelurahan yang tergabung dalam 30 kecamatan, dengan hingga akhir tahun 2008 lalu, jumlah penduduk Subang sebanyak 1.059.615 jiwa.

  1. 16 Februari 2009 pukul 16:14

    ass…
    salam kenal ti abdi ,shagir urang Binong nu ngumbara di tangerang .
    semoga Subang semakin maju amiin .

  2. |Asep setiawan
    18 September 2009 pukul 15:19

    abdi asli putra subang, abdi bangga upami subang di kenal ku negara lain……

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: