Beranda > berita, ngecuprus > Lawan, Fatwa Haram Golput

Lawan, Fatwa Haram Golput

goklput1
Komisi Fatwa Se-Indonesia Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar sidang ijtima ulama pada 23-26 Januari di Padang Panjang, Sumatera Barat, salah satunya membahas hukum haram untuk pemilih Golput yang digulirkan Ketua MPR, Hidayat Nurwahid.

Fatwa golput haram tentunya akan mempengaruhi angka pemilih yang golput, jika sebellumnya diprediksi angka golput akan mengalami peningkatan dari 35 persen pada pemilu 2004 menjadi sekitar 55-60 persen pada pemilu 2009, dengan adanya fatwa MUI kemungkinan akan menekan angka tersebut menjadi paling tidak sama dengan pemilu 2004,” ujar Badan Pelaksana Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKS Muhamad Razikun

Tidak ada dampaknya, masyarakat juga tidak akan peduli. Tidak ada yang takut masuk neraka karena golput. Demikian juga tidak ada yang percaya kalau memilih bisa masuk surga,” pengamat politik Fadjroel Rahman

Di Palestina, memilih pemimpin itu hukumnya wajib. Jadi, fatwa MUI itu perlu juga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” ujar Ketua Komisi VIII DPR Hasrul Azwar

Mau diterapin atau enggak, masyarakat juga tidak pengaruh (fatwa MUI),” ketus Gus Dur

Masalah golput tidak perlu difatwa halal atau haram, karena ini menyangkut pilihan. Jika tidak ada pilihan mereka di dalam suatu pemilu atau tokoh, wajar kalau mereka tidak memillih,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin

Kesan saya, tidak akan lah (golput itu) dinyatakan haram,” kata Ketua MUI Amidan

Sejak dipastikan punya hak pilih,  saya selalu golput. Bagaimana dengan pemilu  nanti? ah gak tahu…, tapi kalo Golput diharamkan, ah dasar koplokTapi teramat koplok, kalo kamu ikut-ikutan Golput , ” annas, pemilik blog ini

  1. vuc
    25 Januari 2009 pukul 03:29

    Setuju, tolak fatwa haram golput.
    Demokrasi kan menjamin kebebasan dan hak rakyat, kalau rakyatnya mau golput, biarlah…
    itu kan haknya mereka

    kalau ternyata di pemilu 2009 ini banyak yang golput, mungkin itu artinya, partai politik harus berbenah lagi.

  2. endragu
    25 Januari 2009 pukul 12:30

    gw juga setuju….

    kalo gw memilih pemimpin atau wakil rakyat yang bener sih gw ga masalah, gw pasti dukung pemimpin itu.

    tapi masalahnya….kenyataan di lapangan kan ga gitu banyak wakil-wakil rakyat atau pemimpin yang “menyalahgunakan” kekuasaan dia.

    gw udah bosen liat para pemimpin yang korup, kapan pemimpin kita itu punya jiwa yang besar?
    kapan pemimpin kita punya hati untuk melayani rakyat?

    seorang pemimpin adalah pelayan bagi rakyatnya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: