Beranda > ngecuprus > Daftar Alumni 22 Darunnajah

Daftar Alumni 22 Darunnajah

foto-foto-jadul-4Pada titik kejenuhan kadang kita beromantisme khayalan pada masa kanak-kanak dulu, masa belajar dulu. Naluri ini Sangat wajar dan sudah naluri manusia yang kerap dijuluki sebagai zoon politicon.

Betapa lugunya kita waktu itu, bermain, bercanda, berantem dan saling berbagi, termasuk pada saat kita sedang kondisi “tidak menguntungkan”. Indah memang, tapi kenangan itu tidak akan sedetikpun terulangi. inilah memory masa lalu…

Dan kondisi itulah tiba-tiba menyergap pikiranku. Ada rasa kangen dengan masa lalu, entah apa sebab. Barangkali, karena betapa polos dan lugunya kita wkatu itu, tanpa beban dan berfikir yang menguras energi.

Hemmm, tahun 1986 dulu, pertemuan sekaligus acara perpisahan sekolah dasar negeri (SDN) Leuweunghapit, Kecamatan Ligung adalah betul-betul pertemuan terakhir dan perpisahan yang sesungguhnya. Masih ingat betul, hari itu bersama lima kawan lainnya, aku berdiri di atas panggung dengan seragam serba hitam. Masing-masing tangan kita memegang alat musik, tidak beberapa lama, jreng “akulah pangeran dangdut yag akan menggoncang dunia….” yang penyanyi aslinya ABiem Ngesti.

Demikian halnya, pada saat aku meninggalkan MTsN Bantarwaru, Ligung Majalengka. Meskipun terbilang alumni pertama yang urak-urakan, namun aksi “bengal” saat itu betul-betul terpatri di otakku.

Kabur ke kebun tebu pada saat belajar, atau menghentikan kendaraan bak terbuka mnegangkut pasir lalu peri entah kemana adalah menu setiap pekannya. Aksi tawuran “sadis” antar MTs adalah bumbu setiap kali Porseni tingkat Kabupaten.

Dan kenangan terelzat pada saat itu adalah saat detik-detik terakhir perpisahan. Meski mewarisi unior yang negatife, namun aksi coret-coret baju dengan pilok adalah sesuatu yang terlezat…

Pesantren Darunnajah Jakarta. Wow jangan ditanya, meski aku terbilang tidak begitu “gaul” namun tiga tahun berada di sana, cukup berhasil memahami karakteristik gaya hidup individu. Wajar saja, pesantren yang masuk dalam jajaran pesantren terbesar itu dijejali santri dari background beraneka ragam. Di bawah bendera Angkatan 22/99 atau nice rain, kita mengukir cita bersama..

SDN Leuweunghapit, MTsN Bantarwaru, dan Alumni angkatan 22 Darunnajah Jakarta adalah estapet yang bahu-membahu membuatku jadi seperti ini. Dan pada saat yang sama, sahabat dari tiga lembaga pendidikan yang sudah berjasa itu begitu dan teramat jauh setelah upacara perpisahan…

Di mana kah kalian berada, sampai detik inipun aku belum tahu. Ada harap, dari sini bisa menyatukan yang berserak…

di sini ada sebagian daftar angkatan 22 darunnajah, kalo ada yang ketemu salah seorang dari mereka, jangan dilaporkan ke polisi, laporkan saja ke saya he he he

  1. 28 Januari 2009 pukul 00:43

    ….ternyata si akang alumni darunnajah nya?

    annas: oh iya kang, akang alumni DN juga?

  2. Ifa Latifah
    17 Februari 2009 pukul 17:29

    akhirnya ada komunitas jg.thanks alot ya nas…btw open fb jg gak?oya kalo ketemu yg laen salam ya..

    annas: ifa, lo invite aja di fb. banyak kawan2 di sana, cari gorp nice rain 22/09. ane tadi cari nama ifa latifah tapi banyaknya banget yg muncul, jadi bingung dah. fb ane di demicaintakupadamu@gmail.com

  3. aim
    16 Maret 2009 pukul 09:22

    yoii da anak alumni darunnajah,..

    an anak juga alumni DN,..

    yoii krens juga nih blog nya,..

  4. Awal
    30 Agustus 2009 pukul 20:23

    he..he.. Alumni MTsN bantarwaru tahun berapa, soalnya q jg aluni jg

  5. Wawan Kurniawan
    31 Agustus 2009 pukul 03:18

    Nas..Kpan men volly lg,,bareng asro,haririjal,idi and asmuni..

  6. nyangar kalesan pisan gele
    26 Januari 2012 pukul 02:18

    kpn ” ngain reuni smua angktan gmn???

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: