Beranda > ngecuprus > Berapa Kali Untuk Say Goodbye..

Berapa Kali Untuk Say Goodbye..

good_byeMemasuki tahun 2009 ini, sudah tiga sahabat hengkang dan memilih menentukan nasibnya di luar sana. Satu orang tak diperpanjang kontrak, sementara dua orang sisanya resign.

Miftahul Ulum, Putu A Nova, dan Gin Gin adalah sahabat kami yang lebih dulu pergi dan telah pergi. Secara kasat mata, sudah ada tiga sahabat yang sudah jelas-jelas pergi, tapi pada akhir bulan ini ada satu sahabat lagi yang akan mengikuti jejak mereka. Hemmm satu persatu sahabat pergi, pada saat (sejatinya) kita butuh tenaga dan otak mereka, meskipun hanya berharap.

Mendengar mereka pergi, sebenarnya tidak begitu mengagetkan. Bahkan, dengan kondisi seperti ini, saya sempat memperkirakan jika pilihan itu akan terjadi secara bergelombang dan bertahap pada satu, dua, tiga bulan ke depan.

Meskipun, pada awalnya saya sempat yakin jika sahabat-sahabat kami memiliki mental baja-juang yang tangguh, yang biasa dan bisa mengatasi persoalan yang membelit internal perusahaan, setiap saat.

Namun, ternyata itu salah, salah besar. Karena setiap kali kami lakukan komunikasi, begitu nyaring di telinga saat mereka menarik nafas, nafas kegelisahan, ludah yag mereka telan adalah ludah pengharapan, kaki yang mereka langkahkan adalah langkah kepasrahan, dan bisik mereka adalah jerit gelepar sang buah hati…

Yups, mereka sudah benar-benar tidak lagi berada di sini, mereka sudah memilih jalan hidup, dan merekapun lebih memilih melangkah dari titik nol dari pada berdiam di titik 9 tanpa kepastian.

Aku bangga dengan kalian, tapi aku tak mampu menghalangimu untuk tetap di sini, bersama kami. Berapa kali aku bercuap selamat jalan, kawans…

  1. 8 Februari 2009 pukul 13:23

    Terkadang kami disini ini merasa bimbang, bimbang pada ketidakpastian ini. Apakah akan diteruskan perjalanan ini mengarungi samudera bersama-sama dalam satu biduk perahu yang sama?. Namun kami tidak bisa mengharapkan mengarungi bersama dalam sebuah perahu yang mulai keropos dan semakin dibiarkan hingga tenggelam. Bahkan nakhodanya pun tidak memerintahkan untuk memperbaiki atau menambalnya. Sungguh ironis memang, disatu sisi kami ingin mengarungi sama-sama, tetapi apa daya perahu ini tak lagi kokoh. Meskipun kokoh dari luar tetapi sudah keropos didalamnya!!!!!
    Jangan salahkan kami untuk pindah haluan, tapi saat ini kami tetap bersemangat setidaknya untuk beberapa saat kedepan……

  2. RCO
    8 Februari 2009 pukul 19:14

    Jangan kalian saling berduka, perpisahan akan selalu ada diantara kita semua setiap saat.
    Dan kita tidak pernah tahu kapan.
    Jangan katakan “Say Goodbye” tapi “See You…”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: