Beranda > ngecuprus > Lowongan Pekerjaan 2009 di DBS

Lowongan Pekerjaan 2009 di DBS

logoBanyak lowongan pekerjaan yang menawarkan salary menjanjikan dan melangit, bahkan untuk menggaetnya diembel-embeli dengan bekerja tanpa kerja bisa meraih puluhan juta dalam sebulan, yang penting mau browsing internet saja. Hemmm

Bagi aku, yang bekerja di perusahaan media, gaji dari kantor tidak banyak memberi harapan. Karena kurang dari satu minggu, salary itu sudah ludes. Sementara untuk bekerja sampingan, tentu saja perlu waktu banyak, dan itu mustahil.

Alhasil, ada kawan menawarkan untuk join bisnis pulsa elektrik plus-plus. Yups plus-plus itu dengan memanfaatkan system multi level marketing (MLM). Ah tidak muluk-muluk, aku cuma berfikir jika saja plus-plus itu tidak didapat, aku bisa memperoleh keuntungan dari laba pulsa.

Dan kalaupun itu tidak aku dapat, anggap saja aku membeli pulsa untuk sendiri dengan harga lebih murah, setidaknya Rp1.000 atau berapa lah lebih murah dari harga pasaran. Apalagi bisnis ini tidak akan menggangu pekerjaan pokok-ku sebagai wartawan.

Melangkah dari niatan itu, akhirnya aku putuskan untuk join di Duta Business School atau DBS, rekomendasi dari kawan saya, Dede Ibin, yang lebih dulu gabung dan mengaku sudah mengantongi Rp2,8 juta di bulan pertama.

Mencoba untuk berbagi dan bekerja bersama, akupun berinisiatif untuk mengajak bergabung kawans di DBS, dengan harapan jika saja ini menjadi keberhasilan, maka keberhasilan itu bisa kita rasakan bersama, jika saja ini penghematan pengeluaran maka anggap saja tips ini dipakai juga buat orang lain.

Jika kawans punya gagasan yang sama dengan aku, dan berniat untuk join di bisnis ini silakan saja kontak aku di email demicintakupadamu@gmail.com, tapi sebaiknya, sebelum memutuskan bergabung bisa dipelajari kisi-kisinya di web DBS.

Ending, aku tidak mengiming-imingi harapan melangit dengan bonus dan point sekian juta, karena aku sendiri baru saja bergabung dan belajar “dagang”. Yakinkan dulu, untuk belajar usaha, itu saja. kalo soal rezeki kan Tuhan sudah menyiapkan, hanya seberapa besar perjuangan kita untuk meraihnya, yang penting bukan hasil korupsi he he…

saya tidak berpendapat bahwa dengan bergabung di bisnis ini menyulap anda menjadi milyader.  tapi saya ingin berkata bahwa saya mau belajar menghargai proses ….

  1. RCO
    13 Februari 2009 pukul 16:00

    Saya sudah pernah gagal jualan Pulsa, Mas! dan tentang ini sudah pernah saya posting.
    Kalau di DBS saya ingin gabung, yang pasti pulsa untuk kebutuhan sendiri, deh!
    Salam

    annas: nah itu dia mas rudy, saya baru mulai belajar, dan DBS juga baru mulai dimainkan.mudah2an gak bikin saya kapok

  2. 15 Februari 2009 pukul 04:01

    de be es = em el em = penghisapan!!!
    nas..kirain lu tuh cerdas mandiri pinter???..ternyata cuma segitu aja nilai pendalaman lu atas hakikat sebuah de be es???..udah siap jualan mimpi dong???
    kalo mau kaya usaha yang jelas..em el em produk yahudi nas..salah satu cucu buyut kapitalisme yahudi israel.. mana buktinya kalo lu ngebela palestina???..kalo lu sendiri menerapkan sistem israel dalam kehidupan ekonomi lu!!! istighfar nas…

    annas: matur nuwun juragan massto atas masukannya.
    namun ada beberapa yang harus saya jawab dengan tulisan sampean. soal pilihan tidak bisa satu orang pun yang mengintervensi, saya kira siapun itu, ketika memilih ini-itu sudah mengerti resiko dan konsekwensinya.

    kedua, saya miris juga ketika pilihan itu dihubungkan dengan intelektuil seseorang, meskipun sebelum menjatuhkan pilihan perlu pemikiran. tapi ketika semuanya dijust dan divonis seperti itu, saya cuma bisa geleng kepala. dan yang jelas, pemikiran orang tak ada satupun yang bisa menginitervensi.

    betul juga, sampeyan bilang kalau mau kaya itu usaha. dan saya kira apapun jenisnya MLM adalah bagian dari usaha. dan ini sebagai sariat usaha saya, persoalan sampeyan setuju atau tidak, saya pikir itu urusan sampeyan, urusan saya hanya berikhtiar.

    selanjutnya soal produk yahudi. mari mas kita bicara jujur, dan ketuk hati yang paling dalam, apakah betul yang nempel, yang kita nikmati, yang kita gunakan saat ini benar-benar bersih dari produk yahudi???? apa iya, kalau komputer ini, fasilitas internet ini produk islam? lalu kenapa tidak kita pecahkan atau kita buang jauh-jauh saja produk yang sedang kita gunakan ini?

    maaf mas, saya beragama islam, meskipun islam keturunan. tapi untuk mennggunakan fasilitas atau produk islam sangat susah. untuk ibadah haji saja kita masih menggunakan pesawat yang belum tentu yang buatnay muslim, kopiah, kain sarung mukena yang setiap waktu kita gunakan, tidak melulu semuanya hasil karya islam?

    saya hanya bersyukur dengan kanjeng Nabi, yang memiliki toleransi besar, ketika mengeluarkan himbauannya utnuk belajar di negeri china, padahal saat itu, saya kira belum ada (atau banyak) kaum muslim di sana. dan saya kira, ilmu yang dimiliki china yang notabene bukan muslim ditelorkan ke anak-cucunya dan menghasilkan karya besar.

    sekali lagi, saya bersyukur Nabi Muhammad memiliki kebijakan yang teramat bijak…

    salam super

  3. 15 Februari 2009 pukul 06:52

    oke, memang itu urusan sampeyan, akidah berusaha sampeyan,..de be es sampeyan..nginjek downline sampeyan juga urusan sampeyan,..sampeyane sampeyan..

    yah,..saya minta maaf kalo saya sudah nyinggung akidah usaha sampeyan,..
    saya cuma kecewa sama sampeyan,..orang sepinter kang annas, dengan blog sebagus ini, ujung2nya cuma dipake buat jualan de be es doang,..
    piss bae lahh…
    makasih udah dikomen,…

    annas: maaf mas apakah ada yang salah dengan belajar usaha di DBS? sampe segitunya sampeyan antipatinya. plis mang, kalo ada yang salah kasih tahu saya dengan dengan pemahaman logis tanpa menyentil “tetanga” lain.

    sampeyan masih tetep berpendirian karena SBD produk yahudi? saya kira kalau jawabannya itu, mungkin sampeyan delete aja blog (http://massto.blogspot.com) sampeyan yang di blogspot, gak usah lagi pake layanan internet, gak usah pake motor, dan ketika pulang nanti tolong dicek, mana yang produk islam mana yang bukan?

    dan maaf mas, bagaimana saya bisa tahu seburuk apa DBS, kalau saya sendiri belum mencobanya. dan sekali lagi, mungkin mas punya peluang lain untuk saya, yang bisa dikerjakan dengan tanpa menggangu kerjaan pokok saya? dengan senang hati mas saya menerimanya…

    the last, saya hanya belajar realistis dan rasional saja mas, tidak lebih. so thanks udah kasih koment, ditunggu masukan lainnya…

  4. 15 Februari 2009 pukul 20:45

    kalo msh penasaran, buka aja blog gw bos..
    sekedar info,..tolong buka sejarah ponzi, madoff, QSaR, dan para pendahulu em el em seblumnya,..
    mengenai produk yahudi,..masalahnya adalah em el em adalah salah satu produk yahudi yang jelas banyak mudharat daripada manfaatnya,..seperti iNVASI ISRAEL KE TANAH PALESTINA!!!… kalo produk yahudi lain yang lebih banyak manfaatnya sih nggak pa2,…kan ada ungkaan,..”AMBILLAH MUTIARA WALOPUN KELUAR DARI DUBUR ANJING SEKALIPUN, TAPI BUANGLAH TAI YANG KELUAR DARI MULUT RAJAMU SEKALIPUN”
    piss ahh…

  5. 16 Februari 2009 pukul 06:10

    du yu stil elaip???

    annas: Mas, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada anda, yang saya kira anda lebih senior dan lebih cerdas ketimbang saya, saya akan selalu menghargai pendapat sampeyan, dan pendapat dari orang lain yang mungkin berbeda pemahaman…

    Di sini kapasitas saya, hanya mencoba untuk belajar usaha, mencari pendapatan di luar tempat saya kerja dengan tanpa menganggu aktivitas saya. Jadi kalaupun saya memberi tanggapan, bukan untuk membela DBS yang saya sendiri, lagi-lagi baru saja mau bergabung, atau bisnis MLM lainnya…

    Postingan ini, sebenarnya tidak hanya direspon oleh anda, ada beberapa kawan yang memberi respon japri ke email. Saya jujut salur ama mereka yang sudah memberi respon via japri. Mereka memberi masukan cerdas, dan di satu sisi mereka memberi solusi, tanpa menyudutkan perusahaan dan atau orang lain….

    Mereka memberi penialain tentang system MLM dengan bahasa pemahaman, bukan sentiman kegamaan, dan mereka pun pilihan option yang sekiranya bisa saya lakukan dan menjadi bagian dari mereka. Salut untuk mereka…

    Yups saya bangga, dengan bahasa pendekatan yang mereka gunakan dalam memberi pemahaman, terlebih pada pendekatan fsikologis. Saya cuma berfikir, apa jadinya keluarga saya yang bekerja di KFC kemudaian saya melarangnya karena perushaaan itu punya Amerika, tanpa memberi solusi kongkrit? Dan bagaimana hancurnya dia, “diharamkan” bekerja di sana, sementara setelah itu dia harus menganggur…

    Saya cuma berfikir, andai saja itu saya lakukan, betapa dungunya saya, betapa biadabnya saya melarang orang bekerja dan “merumahkan” dia tanpa memberi jalan keluar. Saya pikir cukup sudah, kawan-kawan pedagang kaki lima yang lahan pekerjaanya dirazia, dirusak dan dihancurkan, setelah dia menganggur, sementara keluarganya nagis menahan rasa lapar…

    Saya mengerti, masukan anda sangat-sangat berarti dengan merefenesi sejarah MLM, dan peruntukan dana yang didapat dari system multi level ini. Tapi mari kita berfikir dan bersikap rasional, mustahil Tuhan mengharamkan Anjing dan Babi, jika Tuhan sendiri tidak meberikan hewan yang halal untuk dimakan……

    salam super

  6. 16 Februari 2009 pukul 09:51

    maaf kalo komen saya sebelumnya terlalu keras kang..itu cuma bentuk ekspresi kecewa saja..jujur saya suka blog kang annas,..

    klo boleh saya jujur,..saya pernah jadi panitia usaha model money game,..jadi saya tahu betul manfaat dan mudharatnya em el em,..apapun kulitnya…karena hakikatnya sama saja,..

    dan inget satu hal penting,..yang namanya usaha,..entah halal haram subhat ato apapun jenisnya,..bahkan yang jelas2 koruptor dan penipu juga keluar modal,..jadi nggak usah kaget ato heran kalo ada testimoni yang kaya mukjizat ala MLM,..mo dapet jutaan bahkan bonus pesawat tempur sekalipun,..yang namanya menipu ya tetap aja menipu!!!..

    saya cuma satu diri manusia yang berusaha untuk eksis,..

    saya baru usaha kecil2an kang,..saya sedang belajar sabar,..mencoba kikis HEDONIS yang bercokol di hati dan kepala saya,..

    mungkin dengan dunia blog ini kita bisa sama2 mengingatkan,..sambil tetap mencari jalan terbaik buat kita masing2…kedepan…
    Kesuwun…

    annas: yups makasih mas, atas semuanya. saya berharap, pihak DBS tidak membaca tulisan anda, dan tidak menempuh upaya hukum, karena merasa dicemarkan dan dirugikan perusahaanya….

    selamat berkarya!!!

  7. 16 Februari 2009 pukul 16:22

    oke sami2 kang,..
    makasih juga sama harapan2 kang annas,..tp jujur saya nggak takut kalo tulisan saya dibaca ma pengikut2 de be es,..apalagi mo pake acara nuntut secara hukum segala,..
    sekedar info ttg saya,..saya wong anjatan,..kecamatan kecil sebelah utara haurgeulis,..masih deket subang!!! ato coba tanya anak2 STOC (subang tiger owners club),..saya pernah gabung komunitas mereka,..korwil pamanukan,..ciri saya tiger merah,..
    biar gampang kalo emang mo nyari n nuntut saya,..hehehe,..
    kesuwunn…

  8. 28 Februari 2009 pukul 12:41

    Halo Maz..

    Baru saja saya ingin bergabung dengan DBS karena saya kan berdmisili di Bandung..

    Keren perdebatan itu Maz, tapi tetap saja tidak ada yang salah kok dengan sistem DBS(karena saya juga baru mau terjun untuk mendalaminya)..

    Semoga usaha yang kita lakukan ini bermanfaat Maz..

    Salam semangat Bocahbancar….

  9. 1 Maret 2009 pukul 19:34

    ooohhh..,geto toch,..
    pantesan laku,..ternyata yang mimpi tuh banyak juga,..

    tp bos,..temen gw,..polisi loh,..yg nawarin sama saya(pertama saya tau de be es dr dia, bukan dr blog ini),..udah 1 bulan gabung de be es,..masih beli pulsa di conter saya tuh???
    katanya de be es jualan pulsa,..trus logikanya gimana??????

    wah bosnya de be es tambah pede aja nih,..tambah kaya,..tambah keren dong,..

    dengan 6000 anggota baru per hari brati ada income 1.200.000.000,-

    uedan menn,..duit semua tuh boss???

    pantesan bisa bikin testimoni gila2an,..

    sukses aja deh buat elu bos??? jangan lupa sisihin buat anak yatim,..sp tau bisa ngurangin dosa,..wkkkkk

    buat pecinta de be es,..kita liat maksimal 2 taun ke depan,..saya yakin bgt,..de be es bakal jenuh, stuck,..trus mengikuti jejak em el em sebelum2nya yang bakal koit!!!

    liat aja nanti,..

  10. anak desa calon milyarder
    21 Maret 2009 pukul 13:44

    Yaa… Illah maz…
    berkata benci kok, masih rela mau liat dbs sampe 2taun ke depan??!!
    untunge buat sampean opo?? klo dbs runtuh?? opo dapet duit??!!
    Saya seorang member dbs, saya anak desa di sleman, saya juga orang muslim… saya ga munafik saya juga anti yahudi!! beda pendapat itu sah2 aja kok, bahkan itu berkah!
    Disini mungkin saya perlu tegaskan sedikit beberapa hal tentang dbs
    1. dbs bukan mlm. jgn liat kulitnya aja maz! coba di kupas dulu.
    2. sistem bagi hasil kami berbeda dengan brand2 lain, yaitu dengan menggunakan sistem bagi hasil secara syariah!!, itu lah yang membuat penghasilan menjalankan bisnis dbs ini InsyaAllah Hallal!
    3. MUI Bandung (Majelis Ulama Indonesia) aja…. udah mengeluarkan status halal untuk pendapatan dari bisnis dbs. Nahhh Opo sampean meragukan keputusan para sesepuh2 Ulama! klo bisnis ini Haram, Menghisap, Menginjak2 orang dan sebagainya?? klo sampeann meragukan kata2 para member dbs sih yo ora opo-opo bebas!! Tp setau saya klo seorang muslim meragukan keputusan para sesepuh Ulama itu orang muslim macam APA?! Opo bedane karo wong YAHUDI??!!!! bahkan ulama sendiri ada yang ikut gabung kok! opo sampean mau dicap MENGHINA ULAMA?? yah buat saya sih semua terserah sampean, wong itu juga akidah sampeann.. pesen ku
    “JADI LAH ORANG YANG KAYA BUKAN KARENA HARTA TAPI KARENA KELUASAN HATI”
    open mind maz!! buka pikiran!! buka hati!! mbo’yooo jangan negatif trusss!! POSITIVE THINKING dalam hidup itu lebih bijak!

    buat para member dbs calon2 milyarder….!!
    aku inget kata2 bijak dr mrk yang sudah sukses!!
    Kalau anda mau Sukses berjalan dengan dbs, tutup telinga anda dan jalanlah terus sampai puncak!!
    ga perlu denger orang2 yang mEmAng ga mau dengeer!! di ajak sukses kok ga mau, tinggalkan mereka!!
    akhir kata.. sukses deh buat semua calon milyarder!!
    SEMANGAATTTTTT PAGIIIIIIIIII!!!!!!!!!!
    GO… FREEDEMM…..
    WASSALLAAMM!

  11. 22 Maret 2009 pukul 03:42

    dbs nyomot syariah??..hebat..hebat.. persis PROSTITUSI SYARIAH?!

    mas calon miliarder dari ngemplak/ngaglik,, ini hebat ya..udah percaya begitu saja sama “segala gombal bokis ngecuprus mrupus” bos2 dbs,..

    ulama kasih stempel halal??..itu kan katanya tho??ditambah bukti2 aspal macam ijazah palsu caleg..!!

    mending nggak usah bawa2 ulama,..ato halal ato haram..saya takut fitnah mas calon miliarder..

    JADILAH ORANG YANG KAYA BUKAN KARENA HARTA TAPI MIMPI JADI MILYARDER NGAGLIK BY DBS..hihihi

    dbs bukan mlm,..waduh tambah munapik aja nih si de be es!!! wong jelas “piramid virtual” gitu kok dibilang bukan em el em?!..
    ati2 mas,..nek melok2 gerombolan munapik,..mengko melok dadi munapik Lho..!!

    positip/negatip thingking musti imbang mass..saiki jaman wis bedho??..dudu jaman kutai/pajajaran/sriwijaya saat manusia “kecil” cukup untuk mencukupi kebutuhan dari hasilnya sendiri..!!

    inget de be es..inget el em..inget penghisapan..ingat munapik..inget tipu2..

    so..waspadalah..waspadalah..

    annas: jujur bagi saya, mencoba itu jauh lebih tidak rugi dari pada tidak mencoba sama sekali apalagi mencaci… jadi????

  12. DONO
    24 Maret 2009 pukul 15:19

    TOLONG DATANG TIM SEMINAR KE PEKANBARU KARENA TIM DI SINI ENGGAK PROFESIONAL DALAM MENJAGA HUBUNGAN DENGAN ANGGOTA BARU. YAKNI TERUTAMA PAK DENI YANG SOK UDAH KAYA.

  13. 1 April 2009 pukul 13:48

    mohon bntuannya…..
    situsnya yang lain apa mas????????

  14. dul
    4 April 2009 pukul 16:33

    kenapa smuany slng hujat.kta adlh saudra,silatrhmi mendtngkan rizki.memanjngkan umur.bla anda menilai sesuatu pelajr dlu sistemny.dbs adlh mlm yg di sempurnkn menrt islm,tdk slh krna kalaupn kta tdk bntk jrngn kyk di mlm.kt msh dpt fasltas2 mcm asurnsi,utnes dll.kta hny brusha,krna bsnis ni slng bntu membntu.sy bru 2 bln gbung.alhmdullah sy dpt ilmu,tman bru n pastiny pndptn bru btw bnyk ank2 pks ikt gbung.go fredom!dbs 797118 pswrd sejahtera

  15. eko
    10 April 2009 pukul 12:21

    Entah mengapa ada pemulung yang ikut DBS, dia bingung karena ga ada temennya yang mau ikutan, padahal ia udah nabung berbulan-bulan dan mengutang untuk mendapatkan uang Rp.200.000,- dia juga ga bisa jual pulsa karena ga ada temennya yang punya hp. teman-teman perlu tahu selama berbulan-bulan pula dia bermimpi naik mobil bmw, makan ayam goreng tiap hari, beliin buku pelajaran untuk anaknya bahkan dia juga telah bermimpi pergi ke Tanah Suci seperti yang dijanjikan orang yang ngajak dia ikut DBS… coba teman-teman renungkan adakah diantara secuil uang yang teman dapatkan dari DBS adalah uang bapak tadi! bapak tersebut merenung sendiri di bawah pohon, menangis, tampak hitam air matanya dipenuhi peluh…
    untung aja dia ga stress dan menjadi gila, karna dia masih peduli dengan anaknya yang tertunda sekolahnya.

  16. Aji Laksono
    17 April 2009 pukul 05:58

    Adu argumen seperti ini gak bakal nemu jalan keluarnya. Netral aja, yang tidak mau gabung dengan DBS ya silahkan aja, gak perlu berdalih DBS itu sejenis produk yahudi atau apalah gitu. Dan yang sudah bergabung DBS harus bisa lebih jeli lagi saat akan menerangkan DBS ke orang2, apakah orang2 itu “welcome” dengan penjelasan kita atau tidak.

  17. hana
    18 April 2009 pukul 23:50

    saya udah gabung di dbs tapi sudah hampir setengah taun ga dapet hasil apa-apa, jadi initinya dbs itu kita mencarikan duit untuk yang di atas sementara kita bekerja keras dengan hasil yang sedikit. lebih baik gabung sama kita aja mas. peluang bisnis di internet. buat situs seperti dbs. kaya saya. alhasil lebih dari dbs berkali-kali lipatnya. tapi kita juga harus menjual produk dengan cara halal. fa insaya Allah ……………..

  18. 20 April 2009 pukul 07:29

    MAS ANNAS, TETAPLAH SEMANGAT…. YAKIN DAN BERJUANGLAH ! Tutup telinga dan tetuslah bergerak menuju PUNCAK. Colah Simak Testimony Aa Gym : Semoga Usaha Kita ini Penuh Berkah… Untk mnjadi bagian dari DBS ini memerlukan perjalan yg panjang dan berliku… diawali dengan keingintahuan ttg status DBS dlm pandangan hukum islam, sesudah mendengar langsung dari pimpinan DBS, lalu membaca fatwa MUI kodya Bdg, diskusi bersama Prof.DR.KH.Miftah Faridl ketua MUI Bdg, dilanjutkan diskusi bersama DR.Syafii Antonio yg kita kenal sbg pakar ekonomi syariah, maka diputuskan bergabung. Dgn niat sbg upaya mmbantu mmbuka lapangan kerja bg masyarakt luas dlm situasi ekonomi yg sdng sulit, mmbantu membina agr member smkin mningkat keimanannya dan bersinergi utk mmberdayakn dhuafa dg zakat infak shodaqoh. Bagi siapapun yg akn brgabung, silakan luruskan niat, dan jalani dg sungguh2 dijalan Allah SWT dan bila sdh dititipi rizki berbagilah dengan sesama. Terimakasih. -Abdullah Gymnastiar DBS1302960-

  19. 20 April 2009 pukul 07:41

    Kalo saya menyimak komentar hana : ” saya udah gabung di dbs tapi sudah hampir setengah taun ga dapet hasil apa-apa “, itu karena hana tidak menjalankan prosedur bisnis ini dengan benar. Hana tidak Yakin dengan bisnis ini, sehingga Hana tidak berjuang / tidak kerja, maka Wajar apabila hana nggak dapet hasil apa -apa, cobalah hana luruskan niat, dan jalani dg sungguh2 dijalan Allah SWT, insya Allah Sukses milik hana dan bila sdh dititipi rizki berbagilah dengan sesama. Terimakasih.

  20. julie
    21 April 2009 pukul 11:25

    Kmrn hari minggu, 19 April 2009. Di Sabuga ITB Bandung. Dari jam 2 s/d 5 sore. Ada Acara Success Seminar. Member dari seluruh Indonesia. Dan dengan mata kepalaku sendiri dan disaksikan ribuan member DBS, menyaksikan dukungan sepenuhnya dari BP GURUH SUKARNO PUTRA, BP KH AA GYM, KH SYAFII ANTONI0. Kalian tahu kalo beliau2 adalah salah satu tokoh nasional. Beliau2 malah manganjurkan atau menyarankan kepada kita semua untuk bergabung dengan DBS. Dalam rangka turut membantu mengentaskan kemiskinan yg msh terjadi di negri kita Tentang kebenarannya, bisa ditanyakan langsung. Dan saya berani bertaruh, mereka yg mengejek ttg DBS, akan malu sendiri dan bahkan malah akan ikut gabung. Mereka belum gabung, belum usaha. Mana bisa nikmatin hasilnya, dan apalagi yg belum join. Mereka hanya bisa menghujat. ITU BIASA. Tapi bukan yg biasa, ini realita, bukan janji tapi bukti jika kita usaha minimal diawal. saya dulu seperti itu anggapanya. saya baru 2 bulan bergabung dan saya nikmati hasilnya. Jadi saya sarankan sebelum komentar. Coba dulu pelajari dan join kemudian coba usaha. Baru silahkan berkomentar. Krn bisnis ini mendekati sempurna dgn unsur sosial gotong royong. OK. Selamat bergabung.
    ( dbs647947 -helena- )

  21. Ganjar
    12 Mei 2009 pukul 17:48

    Saya pikir tidak usah berdebat dalam masalah DBS ini.
    Apabila ingin tau mengenai DBS ini halal atau haram, legal atau illegal, piramid atau bukan, silakan pelajari sistemnya, cari informasi ditempat lain mengenai DBS ini, jika sudah dapat jawabannya, putuskan Gabung atau Tidak???
    Karena saya berpikir orang yang bergabung di bisnis ini pasti sudah dipikirkan resikonya.
    Saya mengambil resiko bergabung dgn DBS ini 2 minggu lalu, kalaupun DBS ini menipu, maka saya akan kehilangan 200rb, tapi kalau tidak sy berharap akan mendapatkan jauh lebih banyak dari yg sudah sy keluarkan, tentu saja dengan usaha yang benar, skrg sy sudah mendapatkan 3x lipat dari yg sy keluarkan.
    Salam…

  22. Nasum
    19 Mei 2009 pukul 16:47

    Cara jadi agency DBS bagaimana.? Ada yang bisa bantu

  23. Nasum
    19 Mei 2009 pukul 17:19

    Melihat perdebatan diatas cukup seru juga.namun entah kenapa saya bukannya takut ama DBS tapi malah makin semakin semangat aja.terus terang saya baru satu minggu gabung dan belum dapat member tapi saya udah dapat pengetahuan n sedikit wawasan.dan juga rasa percaya diri tuk berbicara didepan orang.ini adalah suatu keajaiban buat saya.kenapa.?dulunya saya pemalu sekali.saya merasa mendapat keuntungan setelah mengenal DBS .DBR mantap maju terus ..salam sukses

  24. Q
    21 Mei 2009 pukul 17:21

    Sombooooong…..sombong….massto somboong…..

  25. Nasum
    24 Mei 2009 pukul 01:45

    Numpang bos iklannya orang miskin nih. Tlng masuk dan yg mo menolong dan tahu email A Agm tlng sampaikan karena ada hal penting masuk aj.http://360.yahoo.com/nasum.ilham

  26. dani
    27 Mei 2009 pukul 11:56

    Salam,,

    coba masuk ke http://www.merchantsofdeception.com,,

    pada bung anas monggo di baca bukunya,,Apakah ada perbedaan antara Amway dan DBS??saya kira tidak

    Keduanya banyak dilandasi semangat beragama, memajukan diri sendiri dan orang lain. Tapi dari beberapa sisi positif, ternyata banyak hal negatif yang diceritakan Eric dalam bukunya secara detail.

    Saya hanya mencoba memberikan sisi lain dari pandangan seseorang yang sudah mencapai titik puncak di jaringan Amway, dan sadar akan kesalahan yang ia buat.

    Dani,

  27. Dankz
    4 Juni 2009 pukul 03:25

    AsLmkum..
    Maaf mas, beberapa wktu yg LaLu sya nton acra di “TPI” pas pagi2 wkt acra pngajiany Ust. Arifin ILham..
    Wktu it ad org yg nanyain ttg status DBS mnurut pndangan isLam..
    Sya rsa gx ad sLahny mas coba cari tw ttg informsi ini.. Cz dstu smpat disnggung2 jg nma2 yg sLma ini aLways dipromosin oLeh Leader2 DBS, kya Antonio Syafii..
    Mgkin ini bs jdi bhan referensi to mereka yg msih ngraguin DBS karena Ust. ARifin ILham Lgsung yg ngomong..

  28. indah
    24 Juni 2009 pukul 13:41

    tanyakanlah hati nurani masing-masing, halalkah bisnis spt DBS?

  29. Wong deso jg
    15 Juli 2009 pukul 09:37

    Salam, semoga Allah tetap mengelompokkan kita ke dalam gol. orang-orang yang sabar.
    Kalau dilihat dari semua perdebatan diatas adalah dbs dilihat dr pandangan agama. Sedangkan sudah ada bacaan Lakum diinukum waliyadiin.
    Lagian knap musti memaksakan kehendak seolah-olah paling benar, coba pelajari lagi arti dari Lakum diinukum .. tadi. Sudah benarkan diri kita menempatkannya, apalagi sampae ada sumpah serapah segala Islam dari mana yang itu…Kalau yg nggak mau gabung ya udah jngan sebarkan kepada yg lain, takut menjadi fitnah (krn mungkin ada sesuatu yg belum di ketahui) untuk yg mau gabung ya silakan dgn sukarela pelajari, fahami dan luruskan niatnya. Kembali ke pernyataan siapa tuh MASSTO ya “…kalo produk yahudi lain yang lebih banyak manfaatnya sih nggak pa2,…kan ada ungkaan,..”AMBILLAH MUTIARA WALOPUN KELUAR DARI DUBUR ANJING SEKALIPUN, TAPI BUANGLAH TAI YANG KELUAR DARI MULUT RAJAMU SEKALIPUN”
    piss ahh…”” bgm dng DBS berlaku nggak? kalau walaupun produk Yahudi misalnya tapi kalau lebih banyak manfaatnya berarti sah-sah aja kahan?????. Untuk mengetahui manfaat DBS Massto harus gabung dulu mungkin ..
    Salam

  30. nanik
    13 November 2009 pukul 06:41

    dbs…. pernah aku ditawarin jualan pulsa, asuransi, yang pasti bonus terbesarnya adalah dengan cari downline.. harus ngatur downline di pc.. setiap downline harus bayar sekian ratus ribu ato satu juta sekian nah uang itulah yang di bagi2 dengan atasan kita bukan jualan pulsa ato asuransi… aku ga ngerti.. sampai kapan kita bisa nikmati uang hasil kerja orang lainn..

  31. Adit
    1 September 2010 pukul 00:04

    Kita jangan berdebat .. mending duduk bareng aja lah, sharing!
    Ngapain juga berdebat cape doang MASSTO! Lebih wise menurut saya untuk saling membuka diri untuk sebuah peluang dan sitem, jangan bilang sama kalo memang belum tahu! Jangan bilang MLM kalo belum ngerti sistemnya, Jangan bilang bisnis Piramid kalo memang belum tahu sitemnya ..
    Dimana mana mau bisnis tuh harus punya network mas, mau bisnis cabe juga sama!
    Udah lah capek capek berdebat dan saling bermusuhan malah tambah dosa kali. Lebih baik pahami semua peluang yang ada mas, jangan maen gencar komentar miring saja!

    Setelah saya pelajari tidak ada tuh kewajiban kita buat jual pulsa atau di bebani sama tuntutan perusahaan? apalagi merugikan orang! dimana ruginya mas? haha ..
    Dan kalo memang DBS itu menyesatkan, ya sudah biar yang buat perusahaannya saja yang bertanggung jawab! Gitu aja kok repot ..

    Buat yang masih jalankan bisnis ini, kita musti punya team yang solid dan saling membantu tanpa pikir itu bakal nguntungin atau tidak! Rejeki sudah di atur ..
    DBS akan ke luar negeri kok, jadi tidak akan mandek!
    Percaya sama saya .. Bisnis ini akan bertahan lama!
    Dan MASTO MASTO yang lain akan jadi leader di bisnis ini di kemudian hari!

  1. 28 Februari 2009 pukul 13:27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: