Beranda > berita > Mantap, Bocah 13 Tahun Sudah Jadi Ayah

Mantap, Bocah 13 Tahun Sudah Jadi Ayah

n1603424605_30145054_5426Alfie Patten tidak pernah mengira hubungan seks yang hanya sekali dengan kekasihnya, Chantelle Steadman, berbuntut panjang. Chantelle yang masih berusia 15 tahun pun hamil, sementara Alfie baru 13 tahun. Bayi mereka lahir di Eastbourn, Inggris, Senin (9/2). Bayi seberat 3,5 Kg itu diberi nama Maisie Roxanne.

Alfie berusaha menunjukkan tanggung jawabnya sebagai ayah. Keduanya menolak aborsi, saat Chantelle diketahui hamil sembilan bulan lalu. “Saya pikir asyik juga punya bayi,” kata Alfie.

Saat ditanya bagaimana dia bakal menghidupi itu, Alfie mengaku tidak tahu. “Saya tidak mendapat uang saku. Kadang-kadang saja Ayah memberi saya 10 poundsterling. Saya juga tidak tahu caranya menjadi ayah. Tapi saya yakin kok, bisa jadi ayah yang baik dan merawat anak itu,” katanya yakin.

Chantelle tahu dirinya hamil saat memeriksakan diri ke dokter karena sakit perut. Wanita berusia 15 tahun itu mengaku takut memberitahu ibunya. “Saya pikir Mama bakal membunuh saya.”

Apapun kata orang, bagi saya dua sepasang kekasih ini patut dicontoh, eit bukan proses kenapa dia punya anak-nya yang ditiru, tapi sikap gentleman dan konsekwensi ama apa yang mereka lakukan. Di Indonesia, remaja lebih memilih membunuh hasil hubungan gelapnya (aborsi), sambil bangga video atau foto mesumnya tersebar luas

Mmungkin remaja kita memang berani maen seks, berani juga membunuhnya….

  1. 16 Februari 2009 pukul 19:45

    Wah saya juga kagum pada sikap kedewasaan kedua pasangan ini…

    Setuju dengan pendapat Anda yang terrakhir itu..

    Salam Bocahbancar…

    http://bocahbancar.wordpress.com/2009/01/31/fenomena-beasiswa-dan-lowongan-kerja-di-negeriku/

  2. warna2cinta
    16 Februari 2009 pukul 22:57

    Saya tdk setuju!! Saya setuju jika mereka menikah punya anak dan jadi ortu yang tanggung jawab.

  3. 18 Februari 2009 pukul 11:09

    Aww. salam kenal mas Annas. uedhan tenan emang anak2 zaman sekarang. but ga bisa juga menyalahkan mereka. karena tersangka sesungguhnya adalah sistem yang saat ini mewarnai kehidupan mereka sejak mereka nongol di dunia sampai ‘game over’. so, kalo pengen fenomena saperti ga berulang, yuk kita rekonstruksi sistem kehidupan kita menjadi sistem yang care dengan generasi muda apa lagi yang udah bangkotan. perubahan ini jelas tidak bisa dimulai dengan memilih pemimpin baru, but sistemnya tetep yang baheula. kalo mas annas peduli generasi, lets show up kalo mas annas mendukung kembalinya kita pada sistem ISLAM..

    mampir ke bundaideologis.blogspot.com ya..
    Yuk mari..

    annas: sistem memang harus dirubah, tapi membangun citra islam sebagai agama peradaban untuk merubah ternyata lebih sulit dari pada merubah sistem. hemmm….

  4. 19 Februari 2009 pukul 17:47

    iya. remaja kita harus belajar dari Alfie. Sperti kata Mas Annas, bukan proses ‘itu’ tp pada kedewasaannya dengan tidak berusaha membunuh bayi hasil kecelakaan itu.

    Jadi, jangan perberat dosa zina dengan membunuh bayi hasil hugel!!!! Berzina saja sudah bedebah, apalagi ditambah dengan membunuh janin tak berdosa hasil zina.

    Sepertinya bangsa ini suatu saat ajan dipenuhi oleh sutradara2 kacangan yang bermodal cekak. hanya dengan sebuah kamera hape, mereka mampu memproduksi film yg laris manis…

  5. 20 Februari 2009 pukul 10:06

    Asslam
    pertama kali membaca berita ini dari seorang teman Arab yang sedang membaca newspaper Inggris via internet, dan dia menunjukkannya langsung, Muhammad Medo namanya.Dia bilang “Hi, Tika see something, this real happen in the world” Ketika kubaca dengan headline “13 boyy-father….” hatiku seketika terperanjat dan merinding.
    Aku yang sedang memempuh pendidikan di Universiti Utara Malaysia, rasanya sanagt imposibble, is it really happen?
    Spertinya memang aku harus membuka mata, bahwa itu memang terjadi. Mungkin saja disekitar kita pun terjadi, hanya kita yang selalu menutup mata.
    Let’s learn smething from this?
    Wasslam

  6. 21 Februari 2009 pukul 13:51

    menurut gw sih, ga ada yang perlu dibanggain dari si ALfie ini. perbuatan dia dilihat pake kacamata apapun tetep salah. ga ada yang patut dan pantas buat dicontoh.

    kalau hal seperti ini ditiru dan diikuti oleh anak2 kita, mau jadi apa negeri ini 20 tahun lagi. seorang bocah yang masih perlu dididik dan di nafkahi sudah menjadi ayah dan tanpa tahu bagaimana mendidik dan menafkahi.

    intinya sih, Ga setuju sama tindakannya, walaupun dengan mau bertanggungjawab. kalau mau tanggung jawab, sebelum punya anak ya harus nikah dulu…🙂

    annas: he he mas, sebenranya apa yang mas khawatiran itu, sudah terjadi di indonesia. bedanya, kalo alfie tanggungjawab ama perbuatannya, kalo di indonesia, kebanyakan aborsi… jadi???

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: