Beranda > ngecuprus > Jejak Mesum Praja IPDN

Jejak Mesum Praja IPDN

untitled5Berita free seks di kasus foto bugil yang diduga dilakukan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bukan lagi menjadi berita yang layak dibaca. Karena, isue semacam itu menyeruak sejak tewasnya salah seorang praja pada dua tahun-an lalu.

Sebaliknya, yang menjadi magnet dari berita itu adalah perburuan gambar bugil atau video mesum yang digembar-gemborkan dalam berita itu. Kalau mau jujur, fenomena seks bebas di dunia pendidikan sudah teramat biasa (saking seringnya) terjadi. Hanya saja, karena IPDN-nya, jadi isue ini menjadi layak dan diburu info dan gambarnya.

Terlepas benar atau tidak, dan dari siapa yang mengedarkan foto syur itu, yang jelas perilaku seks bebas di dunia pelajar dan pendidikan tidak bisa diterima secara intelektual, logika dan estetika pendidikan. Karena seyogyanya, di usia belajar mereka harus sibuk dengan apa yang seharusnya mereka kerjakan sebagai pelajar.

Pakar pendidikan Dr Arief Rahman mengatakan, dalam pendidikan ada lima komponen yang harus dibina pada anak-anak. Pertama spirutual, yakni kenyakian terhadap ajaran agama. Kedua, emosional yang berperan dalam mengembangkan kepribadian yang stabil dan terkendali. Ketiga, perkembangan intelektual untuk dapat berpikir secara rasional berdasarkan ilmu pengetahuan.

Keempat, perkembangan sosial yang menentukan kemampuan dalam membangun interaksi dan kerja sama dengan lingkungannya. Kelima, perkembangan jasmani yang ditandai dengan pertumbuhan fisik yang sehat.

Menurut Arief, apabila terjadi kasus yang menyimpang pada anak, itu menunjukkan adanya komponen pendidikan yang harus ditanamkan itu tidak berjalan baik. “Melihat kasus pelajar IPDN, lebih disebabkan tidak berkembangnya komponen spritualitas,” ujarnya.

Komponen lain, yang harus diperhatikan dalam pendidikan anak adalah keseimbangan antara belahan otak kiri dan otak kanan, yang berperan dalam kedisipilinan, mengembangkan kreativitas. Apabila terjadi ketidak seimbangan otak kiri dan kanan anak bisa jadi kreatif tapi dalam mengekpresikannya menjadi keliru karena menabrak etika dan moralitas seperti kasus praja IPDN.

Ya lagi-lagi kalo seks bebas, dan pelakunya banyak dari usia pelajar atau di lembaga pendidikan, kenapa tidak secara jujur saja Indonesia membuat lembaga pendidikan seks aja, bila perlu ada pelajaran praktikum, untuk mematangkan teori pelajaran???

Toh dogma agama (sebenarnya) sudah tidak mempan lagi, untuk meredam seks bebas di luar nikah, apalagi yang namanya aturan normatif, barangkali sudah tidak dilirik sama sekali. toh, mereka yang buat aturannya saja, kerap kali melanggar aturan yang dibuatnya..

  1. Yep
    4 Maret 2009 pukul 02:03

    Bening ya Mas…..😀

  2. 5 Maret 2009 pukul 11:16

    Wah, bos annas suka dapet aja yang seksi2 gini oi.

  3. Soleh Muttaqin
    6 Maret 2009 pukul 10:58

    Duh aya-aya wae di Eneng ku daek-daek na foto mesum sagala… Kasihan orang tua dan lingkungan Eneng di Papu jadi tercemar… kalau memang iya sih… tapi kalo rekayasa komputer ah kaciannnnn. Sing areling ah… tobat atuh coy…(eh.. bro.. brokokok)

  4. Ali hasmi Pohan
    8 Maret 2009 pukul 08:14

    berita ttg IPDN jadi hot gossip krn IPDN emg eksklusif……….

  5. 8 Maret 2009 pukul 11:41

    ada lomba blog di http://www.balaibahasabandung.web.id
    hadiah 15 jt tunai

  6. 11 Maret 2009 pukul 09:36

    sekarang yang namanya ajaran agama hanya pada saat usia kita masih kecil kalau dah dewasa dilupakan…

    http://bungaliani.wordpress.com/2009/03/06/diskusi-kasus-bugil-ipdn-personal-atau-institusi/

  7. Herdis
    12 Maret 2009 pukul 14:43

    wajar klo ada praja IPDN yg kayak gt, mungkin krn mrk masuknya kIPDN bukan krn kualitas tapi krn KKN n mungkin juga krn banyak uang haram hasil korupsi bapaknya yang masuk kPerut mrk. Sorry klo memang betul
    Hidup INDONESIA… kumaha rek hidup klo calon pemimpinnya aja kawas kitu

  8. yuvies
    16 Maret 2009 pukul 17:26

    setuju mas herdis udah jadi rahasi umum mereka tuh umumnya anak pejabat

  9. Aditya
    27 Maret 2009 pukul 02:22

    biar ipdn jadi mantap…
    beli CCTV aje biar bisa dipantau anak-anak yg agak mau ke miring-miring
    yang banyak lebih bagus…yo…

  10. sontol
    4 April 2009 pukul 06:24

    bisa aja dapet infonya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: