Beranda > ngecuprus > Jejak Pemilu Paling Tolol

Jejak Pemilu Paling Tolol

pemilu-palingBaikkah demokrasi itu? “Tidak,” kata Plato dan Aristoteles. Kedua bapak teoretikus demokrasi yang hidup sekitar 2.500 tahun lalu (abad kelima sebelum masehi) itu tidak mendukung demokrasi sebagai sistem politik dalam kehidupan bernegara.

Alasannya, demokrasi itu menyesatkan karena menyerahkan kepada rakyat untuk menentukan pilihan haluan negara, padahal pada umumnya rakyat itu tidak tahu apa-apa alias awam. Penyerahan pilihan itu menyesatkan karena pilihan rakyat dapat bersifat buta, tiba-tiba atau transaksional, tergantung pada siapa yang mau membayar. Aristoteles mengingatkan bahwa di dalam demokrasi itu banyak demagog, yakni agitator yang pandai menipu rakyat dengan pidato-pidato dan janjijanji bohong.

Para demagog ini biasanya menebar janji untuk membangun kemakmuran rakyat, menggratiskan pendidikan, menjamin pengobatan dan segala hal yang dibutuhkan rakyat asal dipilih dalam pemilihan. Namun setelah terpilih, mereka tak berbuat apa-apa, malahan mengkhianati rakyat. (kata M Mahfudz MD)

  1. BOY
    11 April 2009 pukul 11:27

    Salam kenal,
    Memang banyak kata hati dari masyarakat Indonesia yang disampaikan kepada pemerintah melalui surat suara, mungkin klu dengan lain kecapean x, klu ini kan langsung dibaca. Trims and kalau mau tukaran link? OK mas

  2. 11 April 2009 pukul 12:52

    ga’ gentle tuh ! Ngomong dong, walaupun belum tentu didenger tapi berani bersuara. Tindakannya sama dengan yang ditulis. He…hee

  3. 11 April 2009 pukul 16:29

    semoga masyarakat indonesia, tak lagi menunjukan ketololannya.

    jangan hanya bersuara, mengejek..mampukah kita berbuat untuk Indonesia, sekecil apapun?

    skesalahan orang lain lebih tampak, kebodohan kita malah kita tunjukan, apakah dunia, apa jadinya negeri ini?

    sedih dan hanya bisa menarik nafas panjang, melihat keadaan begini.

  4. Saha atuh urang teh
    11 April 2009 pukul 17:44

    K’lo kata gw sih biasa aja bos… orang suka dan tidak suka akan selalu ada. Abis pemilu suasana keamanan tetep stabil.. ini indikator penting untuk kemajuan sebuah demokrasi. Coba bandingin dengan negara2 di Afrika kalo abis Pemilu…

  5. 12 April 2009 pukul 07:42

    mungkin karena dpt yang tidak benar ya?

  6. Yep
    13 April 2009 pukul 05:29

    Hi…hi…jadi mikir jug, siapa ya yang dikatakan tolol 😆

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: