Beranda > ngecuprus > Yang Tersisa Dari Pemilu 2009

Yang Tersisa Dari Pemilu 2009

pemiluPemilu 2009 Penuh Kejutan!!! Kalimat itu yang muncul di otak kiri saya, setelah berkeliling dari TPS satu ke TPS lain, dari perolehan Dapil satu ke Dapil lain dan dari media satu ke media lain.

Pemilu 2009 memang penuh kejutan, tapi saya belum yakin jika banyaknya surprise di pemilu kali ini, karena dihelatnya bertepatan dengan bulan april, yang menurut kalendar ABG, April Mop, move atau map.

Kejutan pertama adalah meningkatnya angka golput sejalan dengan meningkatnya perolehan suara demokrat. Banyak alasan adanya peningkatan angka Golput, salah satunya masyarakat sudah kadung pusing mendengar jumlah partai dan jumlah caleg, rumitnya sistem pemilu, tidak terdata di DPT dan Golput tulen atau golput karena ideologi.

Selain meningkatnya angka golput, setelah pemilu dihelat meningkat juga angka stress yang terakhir ini cenderung sudah menjadi ternd caleg yang kalah, inilah kejutan kedua pemilu 2009. Bentuk stresnya bermacam-macam, ada yang konsultasi ke psikater, dokter bahkan dukun, dan ada juga stres dengan menarik kembali barang yang diberikan ke konstituen pada saat masa kampanye.

Kejutan ketiga adalah meniongkatnya angka kematian. Jika saja Caleg kalah hanya mengalami gangguan jiwa atau stres, sementara petugas KPPS, PPS dan PPK tidak sedikit yang meninggal karena kelelahan melakukan penghitungan perolehan suara yang menghabiskan waktu dan tenaga.

Belum lagi dapet tekanan dari caleg atau partai peserta pemilu. Di Jawa barat, per tanggal 14 Maret 2009, sudah ada liuma petugas pelaksanan pemilu meninggal, sebagian di antaranya meninggal karena kondisi tubuh menurun drastis.

Anggota PPK di Kabupaten Sukabumi tewas karena kecelakaan. Di Kabupaten Bandung, anggota PPS meninggal karena mendapat tekanan di tempat pemungutan suara (TPS). Di KBB, anggota PPS meninggal dunia karena sakit sepulang dari TPS. Di Kabupaten Karawang, anggota KPPS gantung diri karena depresi setelah melakukan penghitungan suara di TPS.

Kasus terakhir, Sahya Sutrisna, 62, anggota KPPS di TPS 28 RT 26/RW 08 Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Subang, meninggal dunia di RSUD Ciereng, Subang, sekitar pukul 14.00 WIB kemarin. Dia diduga meninggal akibat terlalu letih setelah bertugas dua hari penuh di TPS, sebelum meninggal di RSUD, Sahya beberapa kali muntah-muntah.

Jadi, sistem Pemilu seperti inikah yang dinginkan Indonesia???

catatan: foto di atas, istri dan anggota KPPS Pesnaggarahan, Subang saat berdoa di atas makam rekannya yang meninggal karena kelelahan pada pemilu 2009

Kategori:ngecuprus
  1. 16 April 2009 pukul 20:52

    Ada banyak kesedihan dan kepedihan yang terjadi dalam pemilu lalu.
    Ketidaksiapan menerima kegagalan menimbulkan tragedi.
    Kelelahan beruntun berujung kematian.
    Kegairahan ingin mencontreng juga musnah saat tidak ada dalam DPT.
    Karena itu, tanggal 9 April 2009 agaknya layak ditetapkan sebagai Hari Berkabung Nasional.

  2. 17 April 2009 pukul 02:13

    ya begini ni klo mau nyaleg cuma pengin duitnya doank…padahal caleg itu amanah yg berat…

  3. 18 April 2009 pukul 06:28

    dari pada bingung mikirin hasil pemilu, mendingan dengerin nasyid yuk.. mudah2an hati menjadi tenang. kunjungi kami di http://radionasyid.net

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: