Beranda > ngecuprus > Maafkan Ayah, Anakku…

Maafkan Ayah, Anakku…

n1054267140_30198794_2632Sebagai orang tua, hari ini adalah hari terdungu buat gue untuk anak semata wayangku. Bertepatan dengan hari ulang tahun pertamanya, hanya air mata yang dihadiahkan untuk si kecil, tidak lebih.

Saya tidak serta merta membiarkan moment penting itu berlalu begitu saja. Saya sudah berusaha untuk mengisi hari ini sebagai hari terindah dia, meski secara lahiriyah dia tidak pernah mengerti tentang ulang tahun.

Jauh-jauh hari kalender yang menempel di dinding rumah kostan, sudah aku tandai. Dan sesuai itungan tanggal, rencana indah yang sudah aku susun akan betul-betul indah. Tanggal 15 misalnya, media online tempat aku berekepsresi, yang biasanya menciarkan dana setia tanggal 15, ternyata meleset, begitu juga kliam warnet di SI yang seharusnya diterima tanggal 15, hingga hari ini belum juga ada kabar gembira.

Harapan terakhir adalah dana tunjangan SI yang biasa cair setiap tanggal 20, ternyata juga meleset dari peritungan. Kantor baru mentransfer munghkin malam harinya. Sadar semuanya tinggal harapan, berpuluh-puluh sms untuk meminjamkan sejumlah dana dengan jaminan besok lunas, ternyata hasilnya nihil.

Sempat merenung, ketika tidak sedikit orang memuji dan menyanjung buah dedikasi di tempatku bekerja, ternyata tidak demikian adanya ketika kami membutuhkan mereka. Mereka terlalu jauh untuk aku gapai, dan terlalu dekat saat mereka ingin menggapaiku….

Pagi ini bangun jam 05.30 WIB, tidak seperti biasanya, aku langsung melihat wajah si kecil yang masih tertidur lelap. Dia tampak semakin besar, cantik dan menggemaskan. Beberapa kali aku ciumi keningnya. Dan setiap kali itu juga, kalimat yang ingin aku ucapkan tertahan di leher.

Nak, semoga kamu tahu, mengerti dan membaca kata hati ayahmu yang terlanjur lemah. Maafkan ayah, hanya air mata yang menjadi kado ultah pertamamu. Selamat ulang tahun, bidadari kecilku….

Kategori:ngecuprus
  1. pam
    20 April 2009 pukul 09:04

    Selamat Ulang tahun dedek ….
    Percayalah … Ayahmu sudah berusaha semampunya untuk membuat hari ini menjadi istimewa. Dan juga hari-hari yang lain.

  2. 20 April 2009 pukul 15:19

    Luar biasa contoh ayah yang punya kasih sayang yg besar terhadap anaknya….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: