Beranda > berita > Duh, Manohara Odelia Pinot…

Duh, Manohara Odelia Pinot…

manohara-odelia-pinot-22

Ingatkah anda kalau hari ini adalah Hari Kartini? Sebenarnya apa makna peringatan Hari Kartini pada 21 April setiap tahunnya?

Mengingat perjuangan RA Kartini pada masa penjajahan untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan, para perempuan politik Indonesia sedang menyayangkan keputusan Mahkamah Konstitusi yang merampas keterwakilan 30 persen bagi perempuan di parlemen. Akibat keputusan suara terbanyak, peluang 30 persen perempuan menjadi lebih kecil.

Sejak kemarin hingga hari ini Indonesia dikejutkan dengan kabar perempuan Indonesia yang diculik oleh Putra Kerajaan Kelantan Tengku Muhammad Fakhry, yang kini telah menjadi suaminya.

Kasus ini membuat dua opini yang berseberangan. Ada yang kasihan dengan nasib Manohara, lantaran dia dikabarkan telah diperlakukan semena-mena oleh Putra Raja Kelantan itu. Namun tidak sedikit yang mencibir kalau itu adalah kesalahan sang ibu yang begitu saja menyerahkan anaknya kepada seorang pria yang ternyata bertolak belakang dengan yang dia kenal.

Belajar dari apa yang menimpa Manohara Odelia Pinot dan anggapan bahwa perempuan Indonesia bisa dibeli dengan uang, patutlah para pemangku kebijakan dan bapak-bapak, serta ibu-ibu yang sedang meributkan posisi RI 1 alias kursi Presiden Indonesia, untuk menyadari bahwa bangsa ini sudah tidak lagi memiliki harga di mata bangsa lain. Para pengambil kebijakan, baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif, haruslah berjuang memperbaiki harga diri bangsa di mata dunia.

Sayangnya, kasus Manohara bisa jadi akan terkubur lantaran tokoh elit bangsa sedang sibuk mempertahankan posisinya. Para legislator yang enggan memikirkan perangkat hukum negara, karena masa kerja mereka akan habis. Belum lagi ungkapan pesimisme para pengamat politik akan kualitas legislatif hasil pemilu 2009.

Perempuan Indonesia sebenarnya menjadi wajah harga diri bangsa. Saat ini, perempuan Indonesia dikenal sebagai tenaga kerja yang dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri.

Indonesia juga dikenal sebagai pemasok perdagangan manusia (trafficking). Modus trafficking yang dibalut perkawinan seperti yang terjadi di Singkawang Kalimantan Barat, serta modus prostitusi berbalut perkawinan kontrak yang marak terjadi di kawasan Cianjur Jawa Barat.

Saya ingin kembali mengutip hadis tentang betapa perempuan sangat berharga. “Perempuan adalah tiang agama, apabila perempuannya baik maka baiklah semuanya, namun apabila perempuannya rusak, maka rusaklah semuanya.” (okezone)

  1. 21 April 2009 pukul 12:50

    setuju bang, perempuan adalah tiang agama, bukan dijadiin komoditi melulu yang secara pasti dan perlahan – lahan akan menghancurkan bangsa itu secara moral, prostitusi dan komoditi perempuan yang cuma pamer aurat, katanya emansipasi, tapi koq malah jadi komoditi, kayak negara – negara barat sana yang suka melecehkan aurat wanita atas nama emansipasi

  2. 21 April 2009 pukul 14:55

    Sosok R.A Kartini tidak pernah benar-benar dikenali di negeri ini, kecuali sekadar namanya saja.Sedangkan pemikiran dan perbuatannya semasa hidup hanya diketahui sedikit orang, terutama kalangan akademisi. Itupun menimbulkan kontroversi. Pernah terjadi perdebatan saat Harsya Bachtiar menolak figur Kartini diposisikan sebagai Pahlawan Nasional.Ada juga sikap sinis disebabkan Kartini memilih mendukung poligami.
    Kini kita mewarisi pandangan beragam terhadap perjuangan Kartini. Pada akhirnya kita tidak pernah benar-benar menempatkan perempuan dalam posisi yang lebih bermartabat.
    Semoga tidak ada lagi pelecehan martabat perempuan di negeri ini.
    Sekadar mengingat lagu Kartini karya W.R.Supratman
    Ibu Kita Kartini Putri Sejati
    Putri Yang Mulia Harum Namanya.
    …….

  3. AleTheElf
    21 April 2009 pukul 15:41

    Browsing for the network, I happened on your site full of interesting notices and beautifull pictures well done! Greetings from Italy, AleTheElf. http://elvenpath76.splinder.com/

  4. 22 April 2009 pukul 09:57

    Terlalu diheboh-hebohin. Rasanya biasa saja, hanya karena beliau anak orang berada.

    Lex dePraxis
    Romantic Renaissance

  5. herbaqu
    22 April 2009 pukul 12:13

    ya begini kalo ada berita, ikut-ikutan ngeliput padahal beritanya belum tentu benar
    http://idequ.wordpress.com/

  6. 23 April 2009 pukul 07:55

    Hai, kartini-kartini…
    Awas, di kerajaan malaysia ada ANJING!
    Awas, di kerajaan malaysia ada BABI!

  7. 23 April 2009 pukul 08:45

    Apakah kaum ibu khususon kaum wanita sekarang ini sudah semakin silau oleh harta yg bisa menina bobokan kehidupan yg semangkin semrawut,belajar dari kasus Minohara Odelia Vinot. . . Dibuang kemana harkat derajat bangsb kita ini. . ? Sungguh. . .

  8. Ferdian
    24 April 2009 pukul 03:08

    Lagi2 Malaysia…Lagi2 malaysia…
    Mauny ap c negara itu?😦

  9. 24 April 2009 pukul 03:37

    Urusan keluarga tuh.
    Kalau memang ada indikasi KDRT, maka yang dipakai ya hukum Malaysia karena mereka tinggal di Malaysia.

  10. 24 April 2009 pukul 07:01

    Kalau menjadi kasus indonesia vs malingsia harus di pertimbangkan dulu Memangnya manohara itu orang mana?, lahir dimana?. WNI atw WNP(warga negara prancis) ayahnya orang situ, setahu saya indonesia menganut faham patrilineal, kalau sdh jadi WNInya kapan?, trus lapor nggak DEPLU waktu nikah dll, dst, dsb…, jgn2 waktu repotnya saja baru bawa RI. So…, akan lebih bijaknya kita harus tahu dulu biodata lengkap manohara sebelum memvonis salah/benar. Karena bisa saja ini kasus berantai dari kelalaian pihak keluarga manohara…

  11. yoruichi
    24 April 2009 pukul 08:18

    malaysia, BIADAB!

    kenapa sih nyari masalah melulu sama orang indo?
    beraninya cuma nyulik anak orang, ngelecehin cewek-cewek indo, gw yang ngerasa cewek TERSINGUNG BERAT!

    indonesia juga payah nih, leeeeeeeeleeeeeeeeeet banget!
    masalah pulau, masalah TKI, masalah budaya, sekarang masalah wanita, gak ada habisnya!

    gw kecewa sama malaysia,
    BERANINYA CUMA NYURI….
    PENCURI….
    KATANYA PENCURI ITU TANGANNYA MUSTI DI POTONG!
    APA HARUS ORANG2 SANA TANGANNYA DIPOTONG SEMUAAAAA!

    MALU SAMA JILABAB!

  12. 24 April 2009 pukul 23:14

    Jadi ada yang tau
    kabar terakhir Manohara?

  13. malaysia-hater
    25 April 2009 pukul 02:03

    haduh …
    malaysia lagi-malaysia lagi …

    tau gak seh ‘malaysia’ tu apaan ???

    MALING SIALAN !!!!!!!!!!!

  14. 25 April 2009 pukul 04:20

    malaysia sialan….

  15. 25 April 2009 pukul 10:36

    Manohara yg Matre apa teku yg meleceh kan si???????

    TPI JUJUR AJA….,
    Untuk yg Ini ni gw G terima bgt….,
    WOY Mlaysiamang….!!!
    balikin ank bangsa indonesia…,blikin pcar gw……./hehehe
    Cba gw pnya sdkit jbatan..,GW bawa pulang kmu Beibh…,

  16. unlimitedtourism
    25 April 2009 pukul 10:43

    Jangan terpancing untuk mencaci-maki orang Malaysia, sampai ngajak perang segala, mereka belum tentu bersalah semua, lihat akar permasalahan Manohara, yang menjadi penyebab adalah ibunya, kalau saja kalau tidak ada dorongan dari orang tuanya mana mungkin ada kasus Manohara? Ibunya yang sudah mengijinkan dan sudah tega menerima mahar sama dengan tega menjual anak gadisnya, untuk mendapatkan uang, mendapatkan apartement serta kemewahan yang lain untuk kesenangan pribadi, ibunya perlu dijerat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang telah mengawinkan anak perempuan dibawah umur, perdagangan manusia, dan pelaku prostitusi international, padahal dia tahu mengawinkan anak di bawah umur adalah perbuatan melanggar hukum, mengapa sampai dia membiarkan Manohara dikawin orang Malaysia, kalu tidak ada maksud yang tersembunyi yakni harta dan kemewahan. Hal yang wajar orang tua menjual anaknya di Vietnam, karena kemiskinan, pernah ada seorang teman yang pernah di Vietnam, yang menceritakan bahwa hanya dengan 2-5 anak perempuan kecil yang sedang bermain boleh dipanggil pulang untuk melayani nafsu user. Berjilbab sambil nangis-nangis di TV, ibunya Manohara berharap agar dapat simpati dari khalayak ramai di Indonesia akan tetapi itu adalah tindakan memalukan,dan rasanya lucu kita tidak menikmati maharnya kok ikut-ikutan bernafsu ganyang Malaysia! Pulau aja yang diambil laskar kita diam. ini hanya seorang Manohara yang dianiaya sebagiah kecil perempuan Indonesia yang menderita disana, seandainya Manohara mendapat perhatian khusus dari pemerintah, kita wajib iri mengapa yang lain tidak mendapat perhatian yang sama?

  17. Pembenci Malaysia
    25 April 2009 pukul 14:25

    GEMPUR AJA TUH ORANG MALAYSIA!!!!! YANG PERNAH MEMBUAT PHOTO BENDERA INDONESIA DENGAN PHOTO BABI Di INTERNET!!! DAN SAYANGNYA YANG BUAT PENGECUT… DAN PERNAH LOGO VIST INDONESIA YEAR 2008 DIGANTI OLEH BANGSA MALAYSIA DENGAN DON’T VISIT INDONESIA + SAMA PENGECUT SETELAH GAMBAR DAN LOGO ITU HAMPIR MENYEBAR LUAS GAMBAR DAN LOGA LANGSUNG DI HAPUS… BERANI DI BELAKANG INDONESIA KALO BANGSA LW PUNYA NYALI TERANG-TERANGAN DONK.. BANCI KALENg LW.

  18. 26 April 2009 pukul 01:22

    orang Indonesia disebut disana dengan sebutan ” Indon ” sebutan cemooh dan merendahkan bangsa Indonesia, bisa saja sang pangeran itu melecehkan Manohara karena dianggapnya rendah

  19. guest
    26 April 2009 pukul 02:10

    unlimitedtourism, saya salut dengan cara pemikiran anda. Bahwa kita tidak bisa langsung menyalahkan Malaysia akan permasalahan ini. Memang, ibunya juga patut disalahkan. Mengapa mengawinkan anak dibawah umur kepada putra mahkota tetangga seberang? Sudah tau dibawah umur, masih juga dikawinkan. Toh, melanggar hukum. Tak dipirkan juga nasib anak itu. Tetapi ada juga salah dari Malaysia. Mengapa anak orang tidak diperbolehkan melihat sang ibunda? Manohara bukanlah barang yang bisa ‘dibeli’ lalu dibawa pulang, maka tidak perlu pemiliknya melihat barang itu lagi. Manohara adalah manusia, seorang remaja yang memiliki ibu. Lalu bagaimana nasibnya disana? Andaikan sang ibu mau berpikir terlebih dahulu sebelum menikahkan anaknya. Tak ada salahnya kan?

  20. fengshuisehatbugar
    26 April 2009 pukul 02:20

    Gemana nih Malaysia gak henti-hentinya nyakitin Indonesia. Apa dong solusinya kalau kayak ginian terus-terusan……………?

    Info Sehat dan Ramalan Bintang Mingguan:
    http://infosehatbugar.blogspot.com
    Tips Mempercantik Blog:
    http://panduan-blogger-mania.blogspot.com
    http://secretbloggertips.blogspot.com

  21. ihatestupidbrats
    26 April 2009 pukul 07:00

    I find it funny, people are blaming malaysia in this blog.
    one fact: malaysia sucks ass, man! always did, always do, and always will.

    but it doesn’t make manohara’s family is the right one. they’re also a bunch of asshole.
    now look here

    1. her MOTHER, gave her into this so-called marriage when she was 16. HELLOOO, 16-year-old-brats are supposed to talk about school life, boyfriends, gossip, mall, fashion, friends, slumber party, but DEFINITELY NOT about my-hypersex-husband-wants-to-make-love-to-me-while-i’m-having-my-period problem!!

    2. Okay, there was apperently no choice for her since i read in a tabloid that the guy took away her virginity. but HOWEVER, that’s the risk of being in a relationship with a mature guy v(14 years older). Why do you play with fire when you have no idea of how to extinguish?

    3. this is the most impotant one. Udah tau malaysia tu hakikatnya udah brengsek. masih aja main-main sama malaysia. they’d better don’t bother coming back here. instead, better finish your meal, girl.

    i’m not saying which one is the right one, because
    NOBODY is right. not the prince, not the little girl.

  22. butcher_097
    26 April 2009 pukul 07:10

    ihatestupidbrats, i agree with you.
    manohara used to date rich people. and then, the goverment SHOULD PAY MORE ATTENTION to Indonesian workers in Malaysia rather than a girl who happened to be given married to a psycopath.
    even if she is treated inhumanely, AT LEAST she lives in a castle.

    and indeed, she started this joke. not anyone. she herself.

  23. damien
    26 April 2009 pukul 07:48

    haha, emang malaisia jangan dideketin lagi, maling gitu.
    iya deh, kayaknya nyokapnya mano emang kelewatan. masak sih anak baru 16 tahun, dibiarin nikah ma om-om? WTF. tega banget nyokapnya om-omnya dari malaysia lagi…
    hmm, tapi kayaknya susah untuk tau bener nggak penganiayaannya tejadi, tu om kan prince gt, jadi punya kekuasaan dong, pasti bisa dengan mudah nutupin bangkenya. hah
    eh iya, yang posting soal logo visit Indonesia, ternyata orang-orang malaysia tu kurangajar bgt ya, gue nggak nyangka separah itu. Itu kayak dah bener2 merendahkan Indonesia gt, dan pemerintah ga bisa berbuat apa-apa ya? duh, lemah banget ya. ckckck

  24. anak malaya
  25. alibiaya
    26 April 2009 pukul 09:37

    sabaar ,, kalo orang serakah pasti celaka

  26. aidan
    26 April 2009 pukul 13:14

    aku tidak ikut campur masalah hubungan suami istri tapi yang lebih menyakitkan ..Sultan kelantan sudah menghina mengatakan Idon..merendahkan martabat bangsa Indonesia..Bakar Malaysia..hancurkan malayasia ..negri para orang barbar

  27. zazuzi
    26 April 2009 pukul 13:17

    omg… dunt look down on your on country ppl.. we never underestimate ur ppl.dunt think negatively.my maid been wif me since i born till now, and she always go back her town every aidulfitri.my neighbor also indonesian.dunt b ridiculous.

  28. koar
    26 April 2009 pukul 13:59

    @zazusi
    what do you mean?! do you want say our people is maid..F**K **f

    @ihatestupidbrats
    malaysia always disturbing n take many from indonesia..
    and indonesian keep that matter long time..
    and right now..it is enought..we can`t take it anymore..

  29. othman
    26 April 2009 pukul 21:46

    yang benar tetap benar 500 ribu maids berkerja di malaysia!dan 2 juta orang tenaga kerja indonesia berkerja di MALAYSIA itu mencari rezeki nama nya.MALAYSIA BUKAN NYA MALING TAK PERLU LAH
    UNTUK MAKI NEGARA MALAYSIA,KENAPA KALIAN REPOT2 MENGENAI MANOHARA
    HIDUP NYA SENANG ADA MOBIL FERRARI ADA BMW BUKAN DIA NAIK BECA DAYONG,MUNGKIN KALIAN CEMBURU DATANG LAH DAN LIHAT SENDIRI KEK MANA MANOHARA JANGAN DENGAR GOSIP.

  30. othman
    26 April 2009 pukul 22:15

    koar….@zazuri u are right! KOAR! MAYBE U ARE THE RICH MAN,WHY NOT U TAKE BACK 500 RIBU INDONESIA MAID IN MALAYSIA WORKING WITH U,KOAR!SORRY TO SAY NOT A SINGLE MALAYSIAN WORKING IN INDONESIA AS A MAID,CORRECT ME IF IAM WRONG!JANGAN MALU2 DONG! YANG BENAR TETAP BENAR

  31. de
    27 April 2009 pukul 09:33

    Hikss,, hikss,,

    q mnangis mlihat kAu d’sKiti d’sana d’ngri ttangga,, !!!

    q kn sLlu doa’en km d’sni,,
    asL km tw q sTiap mLm sHLt tahajud buat doa’en km,,,

  32. 27 April 2009 pukul 11:10

    gw setuju,orang indonesia bener2 di perlakukan sangat buruk sekali di sana..dan ini pengalaman gw sendiri yang sangat gak enak,pertengahan tahun lalu gw berkujunng kesana dengan temen2 gw untuk liburan dan pihak imigrasi sana tanya2 mau apa datang ke malaysia,trus bawa uang berapa, sampe yang paling menyakikan gw di tuduh psk..dan jelas aja gw ga terima gw marah2 mencaci maki meraka..walaupun pada akhirnya meraka minta maaf setelah gw ancam memblow up masalah ini ke media,karna pada saat itu lg ada visit malysia…mungkin gw salah satu dari banyak nya perempuan indonesia yang di perlakukan tidak hormat dan bahkan dilecehkan.bukan tidak mugkin manohara pun di perlakukan tidak hormat oleh keluarga kerajaan bego itu…dan TIDAK SEMUA PEREMPUAN INDONESIA BISA DI BELI DENGAM UANG. dan kalau mereka pikir orang indonesia bisa di beli dengan uang mereka pun tidak ada bedanya!!!!! malah lebih bejat lagi…

  33. Widodo Al Lampungi
    27 April 2009 pukul 11:56

    Wallahu ‘alam bi sowab

  34. darkgirl
    28 April 2009 pukul 11:21

    @othman
    u said no1 from malay work in indonesia as maid?? think again before you disrespect another country ; when u have so-called PENGKIDS & PINGU community in your malaysian country!!! disgusting ! claimed a religion country but ur people act like shit !
    ure so proud with your hypocrite country where pengkids swarming around (pukes), ungrateful country who doesnt have anything that can be proud of. Bad food, bad culture, bad arts, bad fashion, ugly people. MALAYSIA STINKS AS STINKS AS YOUR SHIT

  35. othman
    28 April 2009 pukul 20:27

    @darkgirl;
    Thank you for taking the time to response my comment,
    I sincerly appreciate the time you spent to reviewing my comment,
    Any additional comment you may have would be wellcome,Please keep in touch.
    AGAIN,THANKS,,MAY GOD BLESS YOU

    best regard

  36. 29 April 2009 pukul 04:09

    Klo gw pikir kt sbg orang indonesia gak perluh lah terlalu mikirin kasusnya manohara karna itu bukan mslh kita dan msh banyak mslh yg harus dikedepankan,utk ksus ini harusnya ibunda manohara sadar bahwa harta bukanlah sgalanya.buat manohara memang dia hampir mendekati sempurna(cantik,terkenal dan punya sgalanya)tp dia ga punya kbahagiaan yg dimiliki oleh perempuan diusianya.utk ibu manohara byklh berdoa supaya manohara cpat dibebaskan.

  37. chualim
    29 April 2009 pukul 11:02

    Mau download ansav, smadav, pcmav, norman, football manager, mp3 kangen band, gigi, boomerang, matta band terbaru, prediksi, hasil liga champions
    Kunjungi
    http://chualim.wordpress.com

  38. elexyoben
    29 April 2009 pukul 11:04

    Tentang ke – BEJAD –an lainnya anda dapat peroleh secara gratis DISINI

  39. 29 April 2009 pukul 12:58

    Apa yang menimpa Manohara adalah salah satu gambaran bahwa: Orang Indonesia memang sering berprilaku aneh diantaranya tertarik dengan harta dan tahta. Sehingga tidak lagi menjaga martabatnya sendiri.
    Itu semua adalah hasil dari pola pikir yang kerdil.

  40. 30 April 2009 pukul 04:10

    Pelajaran !

    Untuk kesekian kalinya ini adalah pelajaran !
    Pelajaran berharga buat siapa ? Buat kita semua orang Indonesia khususnya para orang tua.

    Janganlah sekalipun tergiur ama pameran emasnya sipengangguran, eh pangeran dari kerajaan pejantan, eh kelantannya negeri malingsia, eh malaysia. Karena asal tau aja nih, itu hanyalah tipuan berkemampuan modal kecil dari orang yang gak pernah kenal ngaca supaya bisa ngelampiaskan nafsu kebinatangannya yang gak pernah tersalurkan disana. Kenapa gak tersalurkan ?
    La wong di sana kagak yang cakep ! Maka saking udah gak tahannya nih mereka sampe ngebela-2in tebel muka nyulik-2 cewek-2 cakep dari Indonesia.

    Ha, ha, ha, kasian juga, yah !

  41. icha
    30 April 2009 pukul 13:08

    ckckckck. . .
    aduh,heboh bgt y britanya mano,,hmmm. .menurut gw sie. . .dlm ksus ini masing2 pihak g da yg bener. . .indonesia,lelet bgt ngurusin ni mslh,apa mang dah tw tabiat malaysia kali y?so,indo males ngurusnya.malaysia juga slh,knpa larang2 ibunya berkunjung wat liat mano?trus knapa hebohny pas kartinian?hehe.
    knapa cma kasusny mano yg heboh?bkan’y msih banyak ya,org qta yg dianiaya lebih parah di sana?knp g d expose se-HEBOH kasusnya mano? apa mereka g cntik n g berada?So,g terlalu disorot dh.duh,indo ma malay baekan dnx.klo gni truz gw g nyaman dnx kalo nuntut ìlmu di malay. . . .

  42. rosa
    1 Mei 2009 pukul 03:12

    Saya orang Indonesia. Sejak kecil saya suka sekali mengamati banyak hal. Menurut saya semua karena sebab akibat. Dulu ketika Indonesia dianggap jaya, sering sekali mungkin “merendahkan” orang-orang malaysia karena saat itu memang lebih maju Indonesia. Tapi Malaysia mungkin lebih cepat belajar dari banyak hal sehingga saat ini yang dulu dianggap adik yang suka “mengekor” sekarang mulai membuktikan jika dia bisa. Dulu banyak orang Malaysia sekolah di ITB, sekarang tidak ada sama sekali. Malah banyak orang Indonesia sekarang sekolah di Petronas Malaysia. Mungkin saat inilah kita harus belajar dari pengalaman Malaysia ketika dulu. Ternyata di mata dunia Indonesia saat ini termasuk negara terbelakang. So kenapa kita tidak belajar dari Malaysia. Be open mind don’t be bar bar.😀 peace.

    website: http://www.gangsir.com (data-data properti, modul-modul dan kode IT)

  43. 1 Mei 2009 pukul 03:52

    Masalah tali air saja kok dibesar-besarkan dan memang kan tali airnya itu sudah besar,makanya dijual oleh Mamaknya itu . Masih banyak urusan negara ini Coy.

  44. 1 Mei 2009 pukul 05:20

    damai..damai..damai…

  45. ABHusin
    2 Mei 2009 pukul 08:17

    Benar bang, masalah tali air yg udah jadi lautan ombak tsunami yg telah melanda 2 pantai negara, yg masih belom reda. Kerna pulut santan binasa, kerna mulut orang laen ketawa memalukan kita sendiri….

    Peace/Damai…..

  46. susie
    4 Mei 2009 pukul 05:52

    ya..damai2..setiap negara ada kekurangan.jika mau dikupas semua kekurangan Indonesia ya akan ambil masa berminggu2. apa yang perlu dilakukan sini,kita harus bersatu mencari jalan memajukan negara sendiri..kita penat2 di sini mengutuk/menghina,malaysia makin hari makin bertambah kemajuan..moral nya,semua negara ada kekurangan dan kita sbg rakyat nya berusaha memperbaiki kekurangan itu walaupon dengan memainkan peranan yg kecil…pikir ya,mengapa Indonesia mudah di tertawa,kerana kita banyak habiskan masa mencari kesalahan orang lain,padahal negara sendiri masalah yang ada juga tidak selesai2..ya..damai2..pikir rasional jangan emosional

  47. Dado
    4 Mei 2009 pukul 09:32

    Sebenarnya, masalah ini masalah biasa, masalah dalam rumah tangga. Di Indonesia juga banyak terjadi kekerasan terhadap wanita/istri dalam rumah tangga. Jika terjadi tindak kekerasan, tentu ada jalur hukum yang dapat ditempuh, misalnya membuat laporan ke Kepolisian (Kepolisian Malaysia). Jadi, kalau keluarga Manohara merasa, Manohara telah mengalami kekerasan dalam rumah tangga, silakan tempuh upaya hukum yang berlaku di Malaysia atau mengajukan gugatan cerai, jangan teriak-teriak di Media Massa, sepertinya mereka itu orang spesial yang harus diberikan perhatian penuh. Banyak di daerah-daerah di Indonesia, wanita/istri yang ekonominya lemah, juga mengalami kekerasan dalam rumah tangga, tapi sangat kecil sekali perhatian buat mereka. Jadi, menurut saya, masalah Manohara itu masalah rumah tangga mereka, biarkan mereka yang menyelesaikan masalah mereka sendiri, masih banyak pekerjaan yang harus kita jalankan. Sekarang, mereka teriak-teriak minta perhatian dari seluruh masyarakat Indonesia, tapi waktu mereka menikah dulu dengan pesta yang besar-besaran, apa mereka juga ingat dengan masyarakat Indonesia yang lain??

  48. 5 Mei 2009 pukul 03:56

    tenang..tenang.. semua.., saya sudah konfirmasi ke orangtuanya manohara..ternyata dy nikah dgn wong ndeso Fakhry itu hanya pelampiasan saja, yaa.. karena sejak saya putuskan hubungan dengan manohara, sikap dia jadi berubah.. gara-gara tiap ngapel kerumahnya cuma bawa martabak doank.. orang tuanya ga seneng kali.. mungkin ga bisa ngerubah garis/nasib keturunan nantinya… hkhkhk.. kabooorrr.

  49. permadi
    6 Mei 2009 pukul 08:23

    mau ibunya yg salah or ga.. yg pasti suaminya melakukan KDRT. Dasar orang malingsia.. makanya jgn kawin ama orang malingsia, selain maling mereka juga tukang dera/siksa.. liat tu para tki

  50. 6 Mei 2009 pukul 17:40

    keknya tuh org pengecut bro

    mampir http://ads.profitreload.com

  51. KY_LAN
    7 Mei 2009 pukul 10:03

    KAK SABAR YAHC ,,, LAN IKUT BERDUKA CITA,,, MUDAH MUDAHAN SUAMINYA CPT MATI………. AMIN

  52. KY_LAN
    7 Mei 2009 pukul 10:06

    suaminya kejam kali,,,,,,,,,,,,,,,

  53. zuli
    13 Mei 2009 pukul 05:34

    duh kaciannya Manohara,,, lain kali klo cari mantu, liat2 tuh 3B ( bobot bibit bebet )…….. Terus berjuang ibu Manohara….

  54. 28 Mei 2009 pukul 14:54

    Setuju gwe juga benci tuh ma negara malingsia orang2 nya pada rese belagu dasar anjing lo malingsia (malaysia) orang malingsia semuanya pantas hidup di nerak, sebenernya kesalahan negara malangsia ke negara kita udah cuku banyak nih di antaranya:
    1. Penyiksaan Tki
    2.Kasus manohara yg di siksa juga ma pangeran ANJING MALAYSIA
    3.Kasus pulau ambalat yg di rebut MALINGSIA
    4.Kasus pengakuaan lagu indonesia ma kesenian indonesia contohnya reok ponorogo

    Dan masih banyak lagi kasus2 anatara Anjing Malaysi dgn negara kita indonesia, seharusnya pemerintah atau presiden menanggapi tentang adanya permasalahan jangan diam saja jangan mau di injak2 negara kita dgn negara tetangga malangsia, seharusnya pemerintah jgn mengirim tki ke anjing malaysia kasian para TKI kita datang ke indonesia bukan membawa uang hasil mereka bekerja malah luka memar dan strika yg mereka dapat malah ada yg sampai meninggal lagi.

    Seperti kata pa soekrano kita ganyang sampe mati ampe peradaban orang malaysia ga ada lagi.

    Seharusnya pemerintah menarik tki indonesia, warga2 indonesia yg tinggal di sana, terus KBRI juga ,boykot produk
    malingsia stop ekspor barang indonesia ke malingsia, kita gempur malingsia dgn tentara kebanggaan kita yaitu TNI yg siap menjaga kesatuan NKRI dari negara malingsia gempur dari udara, darat dan laut biar negara kita ga di hina2 terus ma negara paling HINA se DUNIA yaitu MALAYSIA Anjink.

  55. Yusman
    2 Juni 2009 pukul 14:08

    Heran kok,
    Banyak lagi kasus2 yg lebih parah dari Manohara, kok yg satu ini begitu dibesarin, adil terharap sesama warga dong, apalagi ms manohara itu setengah WNI lho, penampilan fisiknya juga sehat sehat kok, yg kita lihat di tv ada yang udah marmer2, darah2an kok gak kita gubris, payah…

  56. 7 Juli 2009 pukul 19:51

    hello semua. saya sangat sedih membaca post2 di sini. seolah-olah, malaysia ini sangat teruk di mata kalian. kami tidak seburuk itu. saya harap sangat jadi emosi, sebab emosi la kadang2 menjatuhkan bangsa dan agama kita!

  57. dhani
    21 Juli 2009 pukul 18:40

    MANOHARA = Go to HELL!

    lama2 lo kaya dewi persik yang gak jelas cmn numpang tenar dengan sok jenguk korban BOM JW marriot! pasiennya aja bilang biasa aja! jgn sok tenar donk GEMBROT!! KIGNKONG!

  58. dhani
    21 Juli 2009 pukul 18:42

    MAU TENAR KOQ NGEJILAT SIH!??!

  59. aman
    4 Agustus 2009 pukul 09:10

    apebenda la lu org nih???

    yg wat masalah sorg je…

    tp korg sibuk nk menyalahkan 1 malaysia…

    kalo nk diikutkn salah, ramai perompak, perogol, pencuri, penjahat kat malaysia ni terdiri drpd org indon… tp ada rakyat msia salahkn indonesia???

    jgn emosi la wei…

  60. 17 Desember 2012 pukul 23:43

    Hi there! I could have sworn I’ve been to this blog before but after checking through some of the post I realized it’s new to me.
    Nonetheless, I’m definitely delighted I found it and I’ll be bookmarking and
    checking back often!

  61. 21 Desember 2012 pukul 22:44

    Gday! I hope you don’t mind but I decided to post your site: https://jejakannas.wordpress.com/2009/04/21/manohara-odelia-pinot/ to my on-line directory. I used, “Duh, Manohara Odelia Pinot jejak annas” as your weblog title. I hope this is alright with you. However, if you’d like me
    to change the title or remove it completely, contact me at harriet.
    duffy@gmx.net. Thanks a ton.

  62. 24 April 2013 pukul 22:35

    Some people prefer taking weight loss tea, appetite suppressant, or fat binder
    products. There is a new diet craze in Japan and it has created a shortage of Banana’s form the shelves. For lunch enjoy 3 more bananas and for a mid lunch snack have one more banana.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: