Beranda > ngecuprus > Ulama Jatim Haramkan Facebook???

Ulama Jatim Haramkan Facebook???

22 Mei 2009

Menjalin pertemanan dalam dunia maya dengan memanfaatkan sarana jejaring sosial, seperti Facebook semakin marak. Namun para ulama di Jawa Timur disebut-sebut berencana akan memfatwakan Facebook. selengkapnya

mohon maaf, komentar di rubrik ini ditutup.

respon anda silakan dituangkan di sini

  1. Abdul Cholik
    22 Mei 2009 pukul 02:58

    -Kalau mau perang melawan pornografi ya bongkar saja situs2 porno.
    -kalau mesum sebenarnya kan mudah,banyak kok medianya,milis juga banyak,blog juga bisa.
    -semua berpulang kepada manusianya.

  2. 22 Mei 2009 pukul 04:58

    Itulah kerjaan ulama zaman sekarang ikut menganalisa facebook, piss ah๐Ÿ™‚

  3. amat
    22 Mei 2009 pukul 05:52

    Teknologi semakin lama semakin canggih. Mau ambil yang positip atau negatipnya. Kalau semua produk teknologi dikhawatirkan merusak moral, kapan kita mau hidup dalam keseimbangan. Jadi sikapilah itu dengan lebih bijak dan jangan sampai menjadi bumerang

  4. dee
    22 Mei 2009 pukul 05:58

    semua itu trgantung dari tgg jawab moral dari masing2 pengguna fesbuk, sejauh ini fesbuk lumayan membantu koq untuk mempertemukan teman2 yang loose contact

  5. 22 Mei 2009 pukul 06:00

    facebook / blog / milis…
    terutama internet juga bisa jadi sarang belajar agama..

    buka http://muslim.or.id
    artikel-artikelnya Insya Allah sesuai syariat..
    maaf bukannya ngiklan, tp aku emang suka website itu.. jadi share๐Ÿ™‚

  6. 22 Mei 2009 pukul 06:02

    ada-ada aja nih ulama…..gw setuju ma abdul cholik…

  7. FUCK LIBERTY
    22 Mei 2009 pukul 06:12

    jiarrrghh ga penting bgt sich

  8. evan
    22 Mei 2009 pukul 06:14

    alasannya kok ga nyambung ya ?? masa FB disamakan situs porno. kayaknya ga ada deh konten2 cabul di FB. jelas alasannya ga relevan ama kenyataan

    kunjungi http://army-as.web.id berisikan coretan – coretan dari keseharian saya

  9. arif
    22 Mei 2009 pukul 06:36

    ulama jaman sekarang kesannya kaya nyari2 sensai,
    pengen ikut ngetop….
    itu semua tergantung manusianya,ada positif negatifnya…
    dari pada mengharam2kn sesuatu yg sensasional,
    lebih baik ilmu agama ditingkatkan sejak dini,
    kurikulum agama disekolah ditingkatkan sejak dini.

  10. joko
    22 Mei 2009 pukul 06:55

    halah ulama gila. . .
    aneh-aneh aja!!!

    ulama bodoh, ketinggalan jaman, asu tenan kok ulama’ne….

  11. orngbodoh
    22 Mei 2009 pukul 07:06

    Aku rindukan orng yang bijak yang penuh dengan ilmu …untuk memimpin kami…

  12. vavae
    22 Mei 2009 pukul 07:13

    pada akhir paragraf akhir ke-3 “Mereka menilai menjamurnya jejaring sosial tersebut dirasa akan memberikan dampak negatif bagi umat Muslim di Indonesia, dan dapat digunakan untuk transaksi seks terselubung”.. <— klo gitu apa bedanya facebook ma friendster??? .. semuanya dikembalikan ke individunya masing2..

  13. 22 Mei 2009 pukul 07:23

    euh…nga ngefek kale..??!
    langsung cabut akarnya aja ketimbang menebang seribu pohon yang pasti akan tumbuh lagi.
    semua mulai dari diri kita sendiri.

  14. wawan
    22 Mei 2009 pukul 07:32

    teknologi sudah canggih…….informasi, gambar atau film porno sekalipun semakin mudah diakses. tapi semuanya kembali pada manusianya…..klo memang mau mem-fatwa-kan klo FB itu haram, itu ga adil-lah, wong banyak milis, friendster, web, dll yg mengumbar hal-2 yg dikwatirkan oleh para ulama kita.
    skalian Fatwakan semua ajha…….
    tapi ingat juga EMAIL pun bisa dijadikan media untuk transaksi SEKS
    intinya kembali ke MANUSIANYA

  15. 22 Mei 2009 pukul 08:04

    Saya setuju sekali dengan idenya, tetapi caranya kurang pas. Terkesan arogan, mungkin sebaiknya dicari dulu alternatif terbaik.

    Memang sich saya juga belum bisa memberikan solusinya, mungkin jauh lebih baik kalau akhlak dan mental bangsa ini yang harus diperbaiki.

    Okey, anggaplah fatwa ini dikeluarkan. Kalau mentalnya sudah menyimpang, begitu ada situs lain yg sejenis facebook ntar pasti akan kambuh lagi. Terus…apakah akan dikeluarkan fatwa baru untuk situs tersebut?

  16. 22 Mei 2009 pukul 08:08

    kayaknya alasannya gak pas deh…
    itu sih alasan utk internet..
    FB memang internet..
    tapi internet bukan FB..

  17. Black Jack
    22 Mei 2009 pukul 08:19

    Dasar Ulama Gila gk ada kerjaan!!! POLIGAMI tuh yg harusnya di FATWA HARAM!!!! Bego emang… dasar gk sekolah tuh ulama itu!!!

  18. 22 Mei 2009 pukul 08:43

    wah kayaknya nggak harus gitu dech?

  19. 22 Mei 2009 pukul 08:52

    Kayaknya alasan Ulama itu tidak cocok buat Facebook…sebaiknya ulamanya belajar dulu mengenai Facebook.masak main keluarin Fatwa aja…mang tuhan,tuhan aja belom tentu bilang FB Haram…kayaknya ulama sekarang makin aneh aja,strees kali kagak senang kalao ngeharamin sesuatu…dulu GOLPUT yg di haramin,kn nggak mungkin banget GOLPUT haram…ada2 aja

  20. Kreshna Iceheart
    22 Mei 2009 pukul 09:29

    Kalau alasannya karena untuk transaksi seks, telepon juga bisa diharamkan, karena telepon pun bisa digunakan untuk transaksi seks. Bahkan ranjang pun bisa saja diharamkan, karena ranjang bisa digunakan untuk seks diluar nikah. Kalau perlu tanah pun bisa diharamkan, karena kalau ranjang sudah haram, nanti orang-orang akan melakukan seks bebas di atas tanah.

    Masalahnya facebook itu kan cuma ALAT. Mau digunakan untuk apa, itu kembali ke manusianya masing-masing. Facebook bisa juga digunakan untuk hal-hal yang positif, misalnya saja untuk sarana dakwah.

    Dulu sekali, sewaktu saya belajar kuliah etika Islam, dosen saya pernah mengajari cara menyaring hadist-hadist palsu, yaitu:
    (1) Apakah bertentangan dengan Al-Quran? Kalau iya, berarti itu hadist palsu. Misalnya saja hadist yang mengatakan bahwa kalau kita menangisi orang yang sudah meninggal, maka orang itu akan dibakar api neraka. Ini jelas bertentangan dengan Al-Quran yang menyatakan seseorang tidak menanggung dosa orang lain.
    (2) Apakah bertentangan dengan kemanusiaan?
    (3) Apakah bertentangan dengan hati nurani dan akal sehat?

    Jadi hadist saja masih bisa disaring kebenarannya dengan tiga hal di atas, APALAGI CUMA SEKEDAR FATWA ULAMA.

    Sedihnya, sekarang ini banyak sekali ulama-ulama Islam di Indonesia yang sama seperti pendeta-pendeta Kristen di Eropa Abad Pertengahan (Abad Ksatria dan Feodalisme), yaitu menjadi corong penguasa dan membodohkan masyarakat. Fatwa bodoh seperti mengharamkan Golput adalah salah satu contohnya.

    Untunglah agama Islam tidak mengenal konsep pendeta seperti agama lain. Ulama itu bukan pendeta, dan juga bukan kasta suci yang kata-katanya selalu benar. Ulama adalah scholar (ilmuwan) yang tugasnya adalah mempelajari agama Islam, dan ulama juga manusia biasa yang BISA SALAH. Newton pun bisa salah dan kemudian dikoreksi oleh Einstein.

    Orang-orang yang mengikuti pendapat ulama-ulama MUI bahwa Golput itu haram, belum tentu masuk surga. Orang-orang yang mengikuti pendapat ulama-ulama Al-Qaeda juga belum tentu masuk surga, malah mungkin masuk neraka karena melakukan tindakan bunuh diri (bom bunuh diri).

    Lalu bagaimana kita manusia biasa yang bukan scholar? Kita memang cuma orang-orang biasa yang tidak bisa mempelajari agama Islam secara profesional, karena profesi kita memang bukan ulama (scholar). Tapi Allah tetap memberikan kita hati nurani, akal sehat, serta perintah untuk membaca (Iqra) yang diturunkan sebagai ayat pertama.

    Jadi kalau ada ulama yang mengeluarkan fatwa-fatwa yang sudah mulai ANEH seperti mengharamkan Golput, mengharamkan Facebook, atau bahkan mewajibkan bom bunuh diri, kita masih punya akal sehat dan hari nurani untuk menyaring fatwa-fatwa tersebut. Dan juga tidak ada yang melarang orang biasa seperti kita untuk mempelajari Quran di waktu luang, dan juga banyak membaca untuk memperluas wawasan dan pengetahuan, sehingga kita tidak begitu saja menurut kepada fatwa yang aneh-aneh.

    Dan jangan lupa, kalau ada orang yang menggunakan ilmu pengetahuannya untuk melampiaskan napsu (napsu kekuasaan, misalnya) atau membodohkan orang lain, maka orang tersebut mendapat dosa yang lebih besar, karena dia sudah memiliki kelebihan dibandingkan orang-orang lain. Jadi yang namanya ulama itu juga belum tentu masuk surga.

  21. 22 Mei 2009 pukul 09:39

    Setuju dgn Abdul Kholik, mengapa facebook di judge negative ??
    Kenpa ga dimulai dr tempat prostitusi atau sebagainya?
    Walau saya sendiri bukan pengguna facebook, meurut saya ini sperti mengkambing hitamkan suatu hal tanpa bermaksud saya mengecilkan peryantaan para ulam tersebut.

  22. 22 Mei 2009 pukul 10:19

    boleh aja ga setuju, ga seneng, ga usah ikutan, atawa ga ga lainnya. Tapi kesian juga kalo beliau merasa prihatin, karena keprihatinannya adalah cermin ketidak-mampuannya melihat sisi positif yang banyak bisa dimanfaatkan di dunia maya.Kalo cuma soal ngesek dimanapun bisa ngapain juga FB dijadiin sasaran. Kesian deh lho?!

  23. imabayacenter
    22 Mei 2009 pukul 10:22

    kalo semua perkembangan teknologi diharamkan, lama-lama bisa jadi ada fatwa untuk melarang pemakaian komputer, menikmati layanan televisi, dll….

    alias Kembali aja ke zaman tanpa listrik!!!!

  24. 22 Mei 2009 pukul 10:58

    Wow… mo dilarang kek. mo ga kek. saya ga peduli.

    salam kenal Mas.
    silahkan mampir ya… saya blogger baru negh.
    http://notanote.wordpress.com/

  25. Mr.Mata-Mata HAMAS
    22 Mei 2009 pukul 11:06

    Assalamualaikum,….Benar saja klo facebook itu ada yg positif dan negatifnya,ingatlah makin canggih teknologi skrang ini makin melalaikan kita kpda Allah SWT,berjam2 kita duduk smbil buka facebook saking ramenya bhkan ada smpe shubuh.

    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

    Rasulullah bersabda;

    ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุตููˆูŽุฑููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ููƒูู…ู’

    โ€Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.โ€ (H.R. Ibnu majah)

  26. engeldvh
    22 Mei 2009 pukul 11:16

    JIah, fatwanya nggak penting banget tuh…..
    http://engeldvh.wordpress.com

  27. Peang
    22 Mei 2009 pukul 11:48

    Kuakekane tenan!!!! Ora ono sing Haram!!! Khusus ulama wae ora entuk mbuka facebook!! Ingat tuh

  28. max
    22 Mei 2009 pukul 13:02

    makanya ulamanya belajar internet nanti akan tau sendiri manfatnya jangan hanya keburukannya saja yang diliat

  29. heatmachine
    22 Mei 2009 pukul 13:18

    kalo kata saya mah….
    haram kan aja sekalian penggunaan internet…selesai kan…
    tp resikonya kita kembali ke jaman batu lagi…

    klo mau buat fatwa mikir2 lagi lha…jangan asal ngomong

  30. 22 Mei 2009 pukul 14:34

    setuju atau ga setuju boleh saja. tapi yang sopan dong..
    kalian jangan asal ngomong..
    piss (“,)v

  31. rizkapattinson
    22 Mei 2009 pukul 15:04

    alasannya nggak nyambung tuh situs situs yang menyinggung maslah porno porno gitu kan nggak hanya facebook, malah ad ayang lebih parah. aneh banget sih itu ulama eh setuju sama max tuh ulama juga belajar internet dulu dong hehe

  32. girl1410
    22 Mei 2009 pukul 15:16

    hmm……. menurut aq sich itu tergntung dari orang yang pakai FB untuk apa…???
    Aq sich pernah dengar katanya FB tu dibuat untuk mencari bibit pemimpin israel ,shngga dengan tidak langsung kita membantu israel.Mgkin alasan itu diambil para ulama….
    Tp sekali itu tergantung dengan Qtnya dan prinsip kita…

  33. 22 Mei 2009 pukul 15:41

    Gw bingung sama Facebook. Masa sih aku mau sign up aja ditolak gara-gara nggak punya “second name”. “Nama Ditolak,” katanya di email gw. he he Banyak orang Indonesia namanya cuma satu kata atau nggak pake “second name”. Misalnya ada nama orang Jawa : Budiarto, Hardiman, Hartomo, Herlambang dlll. Kecuali nama orang Barat, selalu ada First name dan second name (marga). Kalo nama kita cuma nama tunggal, masa mau dipaksaain pake second name, itu malah pemalsuan kan?

  34. elexyoben
    22 Mei 2009 pukul 16:37

    Makanyaโ€ฆ,
    mari kita ajarin mereka ber Face Book. Gaptek ! Maklumin aja. Tapi setelah bisa pakai, Insya Allah Gak masalahโ€ฆ

    FREEDOWNLOAD YANG BEJAD-BEJAD DISINI

  35. art96number
    22 Mei 2009 pukul 17:17

    gimana kalo bapak2 ulama yang amat sangat cerdas pintar dan bijak sekali
    memikirkan nya lagi matang2

    kalo bisa ganti saja fatwanya
    masih ada yang lebih baik untuk di fatwakan

    dari pada mengharamkan FB lebih baik mengharamkan tayangan berita kekerasan di tv
    saya rasa itu lebih berbahaya dari pada fb
    coba anda lihat program realityshow di televisi terutama curhat yang presenter nya anjasmara
    mereka mempertontonkan (mengumbar2kan) aib mereka dan memperlihatkan sebuah kekerasan kepada seluruh rakyat indonesia yang menonton acara tersebut
    apakah itu akan berdampak positif??
    contoh lain
    banyaknya siaran2 berita yang memberitakan tentang pembunuhan,,pemerkosaan,,pencurian
    yang disertai reka ulang
    apakah ada dampak positifnya??
    jawannya ada tapi hanya sekedar kehati2an kita tidak seperti dampak negatifnya
    dampak negatif dari acara itu bisa kita liat
    angka kejahatan semakin meningkat
    pasti andan pernah mendengar berita tentang
    seorang anak sd bunuh diri,,seorang bocah memperkosa,,seorang anak berusia 13tahun merampok dan membunuh korbannya,,
    dari manakah mereka tau cara melakukan itu semua????????

    LEBIH PENTING MANAKAH??

  36. ulama jaim
    22 Mei 2009 pukul 17:39

    saya sebagai wakil dari para ulama jaim
    mau mengklarifikasi semua ini

    FB yang saya maksud itu bukan
    facebook melainkan Film Blue

    kalo orang sunda bilang sih be’ep (blu pilem)

    jadi saya memohon maaf karena sudah membuat anda sekalian keleru

  37. uddyfresh
    22 Mei 2009 pukul 18:53

    wekekekek ya ialah filemblue di haramkan
    ulama jaim sok aya2 wae……maaf kalo ngga salah fcbook hasil karya anak yahudi ya.

    waah nieh lg belajar ngeblog “ajarin sy ngeblog ya” daripada tawuran disini.

  38. santri
    22 Mei 2009 pukul 23:55

    dak sepakat.

  39. maling
    23 Mei 2009 pukul 00:19

    saya dengar – dengar fb suka ngejual data pribadi penggunanya, bener ga sih?

  40. 23 Mei 2009 pukul 02:04

    Selama FB hanya di gunakan untuk hal-hal yg positif, saya rasa ga ada salah nya penggunaan FB. segala sesuatu nya harus di pikirkan secara manfaat dan mudarat nya.

  41. wahyusmp10
    23 Mei 2009 pukul 02:53

    apapun kalau berlebihan jelas haram

  42. Ady Chandra
    23 Mei 2009 pukul 03:23

    Kenapa harus Fb d haramkan?????????/
    Itu kan tergantung sama diri sendiri………..

    Kalau mau bilang Fb itu haram…..Cari dulu dalilnya,,,
    Facebook memberikan fasilitas yg sangat fositive untuk berkomunikasi bersama teman2, keluarga, bahkan orang2 sosial,,,Karena Facebook itu untuk bersosialisasi……..
    Apa benar fB haram…
    Kenapa Handphone, telpon rumah, atau mesin ketik,,
    untuk berkomunikasi tidak diharamkan….

    Sedangkan Rasullulah aja tidak melarang umatnya untuk bersosialisasi,,,
    Kenapa dia yang marah????????????

  43. 23 Mei 2009 pukul 03:35

    hehehehe… yang paling tepat ngasih fatwa itu adalah ulama yang paham ilmu agama dan ngerti teknologi internet. supaya keputusan yang diambil tepat secara tekstual dan kontekstual.

    kalo ulama ga pernah tahu facebook tiba2 mutusin hukumnya ya susah.

    tapi moso karna parang bisa bunuh orang lantas kita ga boleh punya parang?

  44. arphie
    23 Mei 2009 pukul 04:04

    Semua yg berhubungan dgn internet (email,website,blog,milis,chatt dll)semua bisa mengarah kepada porno(aksi&grafi) kalo alesan memfatwa fb cuma bisa mengarah ke porno,kenapa ga internet aj yg difatwa haram?kan beres
    btw,semua kembali bagaimana memanfatkanya..

  45. 23 Mei 2009 pukul 04:50

    wah… jangan dong. bisa nangis orang seindonesia kalau FB haram.

  46. kaka
    23 Mei 2009 pukul 05:04

    haramkan aja sekalian maen internet….impas kan..

  47. takpenting
    23 Mei 2009 pukul 06:28

    MUI jgn gegabah dlm memutuskan fatwa haram
    http://takpenting.wordpress.com/2009/05/22/fatwaharamfacebook/

  48. 23 Mei 2009 pukul 07:04

    sembarangan aja itu.

  49. 23 Mei 2009 pukul 08:31

    nanti juga isu ini akan reda sendiri….

  50. predik
    23 Mei 2009 pukul 17:57

    ??????? CPD

  1. 24 Mei 2009 pukul 00:16
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: