Beranda > ngecuprus > Jejak Noordin M Top

Jejak Noordin M Top

Noordin M Top awalnya hanya seorang mahasiswa biasa di Universiti Teknologi, Malaysia. Tertarik dengan gerakan Islam radikal, pria kelahiran 11 Agustus 1968 itu lantas ikut belajar di Pesantren Lukmanul Hakiem yang menjadi markas Jemaah Islamiyah pada tahun 1995.
Sejak saat itu, Noordin lantas berubah dari seorang akademisi menjadi santri. Lalu tanpa terkendali berubah lagi menjadi teroris. Lantas apa yang membuatnya bermetamorfosa menjadi seorang teroris yang memilih beroperasi di Indonesia?

Sebelum bergabung ke Pesantren Lukmanul Hakiem, Noordin secara pribadi sudah memiliki ketertarikan dengan para tokoh Al Qaeda. Sikap ini semakin menjadi-jadi karena dia mendapat pendidikan yang tepat bersama para seniornya, seperti Hambali, Mukhlas, Amrozi, Ali Imron, Zulkarnaen, Faturrahman al-Ghozi, Dulmatin, Imam Samudra, dan Azhari Husni.

Imbas Tragedi WTC

Seiring waktu, gerakan JI di Malaysia yang mulai eksis sejak 1993, mulai membuat pemerintah negeri jiran itu resah. Pasalnya, pesantren Lukmanul Hakiem dijadikan sebagai markas JI untuk wilayah Malaysia, Singapura, dan Brunei. Disebut-sebut JI masih satu jaringan dengan Al Qaeda.

Sikap represif Pemerintah Malaysia kepada JI dipicu adanya tragedi WTC. Setelah pengeboman di AS itu praktis seluruh kelompok yang dinilai berafiliasi ke Al Qaeda diobok-obok. Dalam kaitan ini, JI merupakan salah satunya.

Untuk menyelamatkan diri, Noordin yang waktu itu sudah menjadi salah seorang petinggi JI melarikan diri ke Desa Pendekar Bahar, Bangko, Rokan Hilir, Riau. Hijrah Noordin ke Riau diperkirakan pada tahun 2002. Wilayah itu dipilih karena letak Rokan Hilir memang berbatasan langsung dengan Malaysia. Akses dari Rohil ke Malaysia bisa ditempuh dengan menggunakan jalur laut.

Setengah tahun di sini, Noordin pindah ke Bukittinggi, Sumatera Barat. Bersama beberapa anggota keluarganya, Noordin sempat membuka bengkel mobil dan mengorganisir kembali para pengikutnya.

Terinspirasi aksi para senior

Noordin mulai aktif melakukan aksi pengeboman setelah tertangkapnya para pelaku bom Bali seperti Mukhlas alias Ali Ghufron, Imam Samudra alias Abdul Azis, Amrozi Nurhasyim, dan Ali Imron.

Aksi para senior Noordin di Kuta, Bali, pada 12 Oktober 2002 itu merenggut 202 jiwa dan langsung menyentak dunia, apalagi korbannya kebanyakan orang asing.

Sebulan setelah Bom Bali I, Noordin mengontak Azhari Husin, temannya di Luqmanul Hakiem untuk bergabung dengannya di Bukittinggi. Saat yang bersamaan, Noordin dikontak oleh temannya, Toni Togar, anggota JI yang berada di Medan, Sumatra Utara.

Toni terlibat dalam pengeboman Malam Natal pada 2000. Di rumahnya disimpan banyak bahan peledak yang tersisa. Toni bilang hendak membuang bahan peledak itu. Tapi Noordin minta bahan peledak itu dikirim kepadanya. Di sinilah mereka merancang peledakan berikutnya di Jakarta.

Untuk mematangkan rencananya, Noordin dan para rekannya mencari tempat yang dirasa nyaman di Bengkulu. Petinggi JI di Bengkulu seperti Asmar Latin Sani menampung mereka. Di sinilah Noordin bersua dengan Dr Azahari.

Peledakan pertama yang dilakukan Noordin adalah di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 5 September 2003. JW Marriott dipilih karena dianggap sebagai simbol AS. Kejadian ini menewaskan 12 orang dan mencederai 150 orang lainnya.

Sejak saat itu, nama Noordin mulai berkibar di Indonesia. Dia diburu dan dicari ke mana-mana. Namun polisi tak berhasil menangkapknya. Justru pada 9 September 2004, Noordin dan anak buahnya beraksi lagi dengan mengebom Kantor Kedutaan Besar Australia di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Diketahui pada Juni 2005, Noordin sudah bersama Azhari menyewa rumah di Kartosura, Sukoharjo. Tetapi kemudian pindah ke Pekalongan. Di bulan September 2005, polisi mendapat kabar Noordin, Azhari berada di Semarang. Di sinilah mereka merancang peledakan Bali yang terjadi pada 1 Oktober 2005.

Setelah itu, Noordin dan Azhari beserta kelompoknya bersembunyi di Batu, Malang, Jawa Timur. Pada 9 November, polisi telah mengepung mereka. Azhari tewas ditembak polisi. Noordin kabur ke Semarang. Kemudian dia berpindah-pindah tempat di Solo, Rengasdengklok dan Krawang, Surabaya, dan Wonosobo.

Hinggga kemudian Noordin meledakkan Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, pada Jumat 17 Juli 2009 lalu. Dalam insiden ini, sembilan orang tewas dan 54 orang luka-luka. Noordin sempat diduga sebagai salah satu korban tewas dalam penyergapan besar-besaran di Temanggung, Jawa Tengah pada 8 Agustus 2009.

Namun, pada 12 Agustus 2009, Polri menyatakan bahwa Noordin belum tewas. Jasad yang ditemukan dalam penyergapan Temanggung adalah jasad Ibrohim. Perburuan Noordin pun berlanjut. Polisi fokus memburu pria yang dikenal hobi kawin itu ke wilayah Jawa Tengah. Tadi malam hingga pagi tadi, Densus 88 pun menggerebek sarang teroris di Kampung Kepuh Sari RT 03/11, Kelurahan Mojo Songo, Kecamatan Jebres, Solo. Tiga teroris dilaporkan tewas dan tiga lainnya ditangkap dalam keadaan hidup.

Setelah dilakukan tes medis, Kapolri Bambang Hendarso Danuri pada Kamis 17 September 2009, mengumumkan bahwa salah seorang korban tewas dalam penggerebekan di Solo adalah Noordin M Top. Berakhir sudah petualangan Noordin dari Malaysia ke Indonesia. (okezone)

Kategori:ngecuprus Tag:
  1. wahyu am
    17 September 2009 pukul 13:58

    Akhirnyaaa

  2. 23 September 2009 pukul 02:11

    salam hangat dan persaudaraan dari KomBlog KalSel (http://kayuhbaimbai.org). Mohon maaf kalau OOT
    saya butuh bantuan untuk dapat no contact person ketua komunitas/adminnya untuk saya bikin list Blogger Se-indonesia, mohon bantuannya teman. sms saya di 085251534313/0511-7718393

    salam
    chandra

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: