Beranda > ngecuprus > Antasari: Bertemu Rani di Dalam Kamar Hotel Itu Wajar

Antasari: Bertemu Rani di Dalam Kamar Hotel Itu Wajar

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar, mengaku tidak memiliki kekhawatiran bertemu dengan istri almarhum Nasrudin Zulkarnaen, Rani Juliani, di dalam kamar Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan. Menurut dia, pertemuan dengan Rani tidak masalah meskipun saat itu dia menjabat sebagai Ketua KPK.

“Saya positive thinking saja. Nerima seperti itu enggak apa-apa,” ucap Antasari saat memberikan kesaksian dalam perkara terdakwa Sigid Haryo Wibisono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2009).

Hal itu dikatakan Antasari ketika ditanya anggota majelis hakim, Hari Sasangka, mengenai kemungkinan tidak takut sebagai ketua KPK terhadap dampak dari pertemuannya dengan seorang wanita di dalam kamar hotel. “Rani kan tidak jelek. Kenapa tidak bertemu di lobi, misalnya?” tanya hakim.

Antasari dalam persidangan mengatakan, pertemuannya dengan caddy golf Rani Juliani hanya untuk membicarakan masalah keanggotaan di Modern Land Golf Tangerang. Pertemuan itu atas permintaan Rani yang saat itu mengaku sebagai marketing Modern Land. Materi pembicaraan dengan Rani dianggapnya penting.

“Tidak ada motif jelek. Pintu kamar saat itu tertutup, tapi tidak terkunci,” kata Antasari.

Anggota majelis hakim lain, Albertina Ho, kembali mempertanyakan perihal peristiwa di dalam kamar hotel. “Tapi, tidak ada kan, Pak, orang yang tahu materi pembicaraan di dalam kamar dan tidak ada yang berani kan, Pak, orang buka pintu kamar hotel. Kalaupun mau masuk, ketok pintu dulu,” tanya Ho.

Antasari pun kembali mengulang jawabannya.

Dalam kesaksiannya, Antasari membantah keterangan Rani bahwa dia memberikan uang kepada Rani sebelum meninggalkan kamar hotel. Demikian juga dengan pernyataan lain Rani bahwa mereka pernah melakukan pertemuan dua kali.

“Hanya sekali ketemu (dengan Rani),” kata Antasari.

Selain itu, dia mengatakan, saat pertemuan di dalam kamar, Rani tidak membicarakan soal surat keputusan pengangkatan Nasrudin di salah satu BUMN. “Itu tidak ada (pembicaraan SK),” kata Antasari.

Dalam persidangan, Antasari menjelaskan awal perkenalannya dengan Rani dan Nasrudin, serta ancaman-ancaman yang dia terima dan istri terkait pekerjaannya sebagai Ketua KPK.

Selain itu, Antasari menceritakan kronologi sebelum pertemuan di kamar hotel, kronologi di dalam kamar hotel, hingga akhirnya muncul teror lewat pesan singkat (SMS) dan telepon, baik kepadanya maupun istri, dengan tuduhan melakukan perbuatan asusila.

Kategori:ngecuprus Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: